Rektor UNS Nyatakan 60 Mahasiswa KKN di Lombok Selamat

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

424
Rektor UNS Prof Ravik Karsidi. Foto: Harun Alrosid

SOLO — Gempa bumi dengan kekuatan 7,0 skala richter yang mengguncang Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barata (NTB) juga menjadi perhatian serius Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS). 60 mahasiswanya saat kejadian tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah tersebut.

Rektor UNS, Prof Ravik Karsidi menyatakan, informasi ini diperoleh setelah pihak rektorat berkoodinasi dengan Unit Pelaksana (UP) KKN yang menyebutkan, kondisi seluruh mahasiswa dalam keadaaan sehat wal afiat.

“Seluruh mahasiswa yang KKN di Lombok selamat semua. Kami nyatakan untuk evakuasi mahasiswa yang ada di sana (Lombok), tapi ada permintaan anak-anak untuk tetap di lokasi,” ujar Ravik kepada awak media, Senin (6/8/2018).

Kekhawatiran UNS ini karena 60 mahasiswa yang KKN di Lombok berada di titik gempa dengan kerusakan cukup parah. Mereka tersebar di tiga desa, yakni Desa Sembalun, Desa Malaka dan Desa Gumantar yang ada di Lombok Timur dan Utara.

“Kita khawatir karena saat gempa mahasiswa masih KKN di sana, dan berada di titik bencana. Sejumlah orang tua mahasiswa juga menanyakan kabarnya kepada universitas, dan kami tegaskan semuanya selamat,” terang dia.

Kepada universitas, para mahasiswa justru meminta agar tetap tinggal di lokasi bencana untuk membantu warga yang tengah terkena musibah. Mahasiswa juga ingin turut serta membantu dalam evakuasi tanggap darurat yang telah ditetapkan pemerintah untuk bencana di Lombok.

“Untuk tanggap darurat, tim medis UNS yang bekerjasama dengan RS Dr Moewardi, SAR UNS ditugaskan untuk segera berangkat. Termasuk dokter-dokter yang diperlukan untuk membuat klinik penanganan korban,” beber Ravik.

Dari 60 mahasiswa yang ada di Lombok, diakui Rektor, belum semuanya bisa dihubungi. Sebab, ada beberapa lokasi yang memang sulit untuk komunikasi melalui telepon.

“Yang masih bisa dihubungi yang KKN di Desa Gumentar, yang Sembalur dan Malaka belum bisa dihubungi. Gumantar ada 2 HP yang bisa dihubungi. Kami juga mengerahkan alumni yang ada di Lombok, dan mereka siap untuk tanggap darurat,” ungkapnya.

Adanya kabar yang menyebutkan seluruh mahasiswa UNS yang KKN di Lombok selamat, pihak keluarga mahasiswa diminta agar tetap tenang. Pihak universitas bahkan dalam waktu dekat mengirimkan tim medis, sekaligus memastikan kondisi mahasiswa yang semula KKN sampai tanggal 23 Agustus 2018 nanti.

“Untuk titik kumpulnya adalan di Posko Evakuasi, yakni di Lanud Selaparang. Informasi dari mahasiswa yang ada di sana hanya mobilisasi dari titik terdampak menuju posko evakusi yang masih sulit,” pungkasnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.