Respon Gempa, RSJ Mutiara Sukma Siapkan Trauma Healing

Editor: Satmoko Budi Santoso

337
Direktur Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Mutiara Sukma NTB, dr. Elly Rosila Wijaya, Sp.Kj - Foto Turmuzi

MATARAM – Untuk membantu mengurangi dan menghilangkan trauma bagi masyarakat di Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Utara yang menjadi korban gempa, pihak Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Provinsi Nusa Tenggara Barat siap memberikan pemulihan melalui trauma healing.

“Bagaimana pun, bencana gempa tidak saja mengakibatkan korban jiwa, harta dan fisik, tapi juga menyisakan trauma mendalam di kalangan masyarakat,” kata Kepala RSJ Mutiara Sukma NTB, Direktur Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Mutiara Sukma NTB, dr. Elly Rosila Wijaya, Sp.Kj di Mataram, Selasa (7/8/2018).

Karena itu, selain penanganan korban luka secara fisik, penanganan secara psikologi juga sangat penting dilakukan kepada masyarakat korban gempa yang mengalami luka fisik maupun tidak.

Trauma healing diberikan, supaya kondisi psikologi masyarakat korban gempa tidak sampai terganggu, terutama kalangan anak-anak termasuk yang akan mendapatkan perhatian serius pihak RSJ Mutiara Sukma.

“Anak-anak kan kondisi mentalnya masih labil, ketika dihadapkan dengan peristiwa menakutkan dan dahsyat seperti gempa, pasti akan menyisakan trauma mendalam dan bisa berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak secara psikologi. Kalau tidak segera ditangani,” katanya.

Rasa ketakutan terlalu berlebihan, terutama saat masuk ruangan, sering menyendiri dan menangis menjadi beberapa ciri kalau masyarakat korban gempa mengalami trauma. Bisa berujung mengalami stres kalau tidak segera ditangani.

Elly menambahkan, selain tim psikiatrik dari RSJ Mutiara Sukma, ada juga psikiatrik dari Denpasar Bali termasuk dokter umum tim perawat, dengan jumlah sekitar 20 orang.

Kegiatan trauma healing sendiri merupakan pelayanan untuk membantu membuat anak atau orang dewasa yang terdampak sejenak melupakan kegalauan. Membuat mereka lebih tenang lebih rileks.

Sebelumnya, Gubernur NTB juga meminta pihak Dinas Kesehatan beserta instansi terkait, termasuk RSUD NTB maupun RSUD kabupaten/kota untuk secara maksimal dan cepat melakukan penanganan korban gempa.

Langkah tersebut dilakukan, supaya proses penanganan masyarakat korban gempa bisa lebih cepat dilakukan, terutama masyarakat yang mengalami luka parah, dengan membuka posko penanganan kesehatan sebanyak mungkin di lokasi terdampak gempa.

Baca Juga
Lihat juga...