Rokan Hilir Butuh Tempat Pelelangan Ikan

1.491
Ilustrasi -Dok: CDN
ROKAN HILIR – Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, mengharapkan, supaya pemerintah pusat maupun daerah untuk terus mengupayakan pembangunan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di daerah itu.
“Mayoritas penduduk Rokan Hilir berprofesi sebagai nelayan, mengingat potensi perikanan yang memang sangat luar biasa dan menjanjikan. Karena itu, kami mengharapkan supaya dibangun TPI,” kata Ketua HNSI Kabupaten Rokan Hilir, Murkan Muhammad, di Rokan Hilir, Jumat (10/8) malam.
Menurut dia, selama ini nelayan menjual hasil tangkapannya dengan harga yang relatif rendah. Karena hasil tangkapan tersebut dijual langsung ke tauke, terlebih sebelumnya nelayan memiliki utang ke tauke.
“Bagaimana ke depan agar hasil tangkap nelayan diolah dahulu, lalu dijual, supaya hasil tangkapan dihargai tinggi, sehingga bisa menyejahterakan nasib nelayan,” tuturnya.
Kemudian, lanjut Murkan, dalam waktu yang bersamaan, pemerintah tidak mendapatkan apa-apa dari sektor kelautan dan perikanan, karena tidak memiliki TPI.
“Sebagai contoh, sampai saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir tidak bisa melakukan pemungutan retribusi dari hasil produksi ikan, disebabkan tidak adanya TPI,” ujar Murkan, yang juga Anggota DPRD Rokan Hilir itu.
Untuk mengatasi persoalan itu, Murkan menilai tidak ada jalan lain, kecuali dengan membangun TPI, yang lokasinya disesuaikan dengan kondisi kecamatan yang ada di Kabupaten Rokan Hilir.
Sementara, Sekretaris Daerah Pemkab Rokan Hilir, Surya Arfan, meminta kepada Dinas Perikanan setempat untuk membangun TPI tersebut.
“Kalau memang tidak mampu dana, kita minta bantu ke provinsi, agar bisa membangun TPI di tempat kita, terutama di Sinaboi, Bagansiapiapi dan Panipahan. Karena, ikan di Rokan Hilir selama ini hilang begitu saja tanpa ada dampak penerimaan retribusinya pada daerah,” ujar Sekda. (Ant)
Baca Juga
Lihat juga...