RSUP NTB Kewalahan Tangani Korban Gempa

509

MATARAM – Petugas piket di Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Nusa Tenggara Barat (NTB) kewalahan menangani korban gempa. Korban yang mengalami luka-luka, terus berdatangan sejak Minggu malam (5/8/2018) hingga Senin (6/8/2018) dini hari.

Ruang UGD RSUP NTB sudah tidak menampung pasien. Petugas terpaksa menempatkan pasien di area parkir. Pasien yang dibawa oleh keluarganya, sebagian besar mengalami luka di bagian kepala. Korban banyak yang menderita patah tulang kaki atau tangan.

Mereka yang dirawat terdiri atas anak-anak, orang dewasa, lanjut usia, dan sebagian besar merupakan kaum perempuan. “Saya luka di bagian kepala karena tertimpa reruntuhan bangunan. Perut saya sakit menggendong anak saya ketika mencoba menahan tembok yang mau runtuh,” kata Fitri salah seorang warga desa Puyung Waker Sumpak, kabupaten Lombok Tengah yang mengalami luka-luka tertimpa reruntuhan.

Anak perempuan Fitri yang masih balita, menderita benjol di kepala. Selain itu, rasa trauma juga masih dirasakan oleh anak dari Fitri. Fitri yang sudah berpisah dengan suaminya, berada di RSUP NTB tanpa ditemani sanak keluarganya. “Saya tidak sempat mengambil telepon genggam yang tertingal di rumah kos. Saya tidak bisa menghubungi siapa pun di kampung halaman,” tutur wanita yang bekerja di kawasan Wisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat tersebut.

Petugas RSUP NTB sudah menghubungi, seluruh rumah sakit di Kota Mataram. Diminta rumah sakit lainnya untuk bersiap menerima pasien rujukan. Pasien yang dirawat di areal parkir, juga terjadi di RSUD Tripat Gerung Kabupaten Lombok Barat. Pihak rumah sakit mengeluarkan pasien dari ruang perawatan karena khawatir tertimpa reruntuhan bangunan.

Begitu juga dengan kondisi di Rumah Sakit Angkatan Darat (RSAD) Mataram. Para pasien dirawat di tengah jalan raya. Ada juga yang diungsikan ke lapangan kantor Gubernur NTB yang berada tidak jauh dari rumah sakit. Bahkan, jenasah seorang santri kelas satu MTs di Kabupaten Lombok Barat, yang tewas tertimpa reruntuhan bangunan, dibiarkan di dalam mobil ambulans yang terparkir di tengah jalan raya depan RSAD Mataram, karena petugas medis juga panik.

Belum ada data sementara dari BPBD NTB terkait jumlah korban luka. Gempa bumi berkekuatan 7,0 pada Skala Richter (SR), mengguncang Pulau Lombok, dan Sumbawa, pada Minggu (5/8/2018) pukul 19.46 Wita. Pusat gempa terletak pada 8.3 lintang selatan, 116.48 bujur timur, Kabupaten Lombok Utara. Pusat gempa berada di kedalaman 15 kilometer. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...