Rumah Bantuan Gempa Lombok, Tahan Gempa 7 SR

Editor: Mahadeva WS

138
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), Provinsi Nusa Tenggara Barat, I Gusti Bagus Sugihartha/foto : Turmuzi

MATARAM – Konsep bangunan untuk korban gempa Lombok dipastikan bangunan tahan gempa. Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), Nusa Tenggara Barat (NTB), I Gusti Bagus Sugihartha mengatakan, konsep struktur rumah yang dibangun tahan gempa dengan kekuatan 7,0 Skala Richter (SR).

Meskipun rumah yang dibangun merupakan rumah biasa, tetapi tetap diperkuat dari segi struktur bangunan. Hal tersebut diyakini jika terjadi bencana, bangunan tidak langsung ambruk total. Selain karena kekuatan gempa dan tekstur tanah, struktur bangunan tidak sesuai ketentuan, seperti tidak memakai besi. “Bangunan tidak memakai besi, tidak kuat, sehingga ketika diguncang gempa, bangunan mudah ambruk,” tandasnya, Sabtu (25/8/2018).

Meski demikian, bencana gempa tidak bisa diprediksi. Ada kemungkinan, akan terjadi gempat dengan magnitudo lebih besar dari yang terjadi saat ini. Sehingga yang paling penting, bagaimana menyelamatkan manusianya, baru bangunan. Kalau struktur bangunan kuat dan tahan, saat gempa terjadi, tidak serta merta langsung ambruk.

Pembangunan rumah tahan gempa tidak hanya akan diberlakukan di daerah terdampak gempa. Namun juga diterapkan di daerah lain di NTB. “Proses pembangunan masih menunggu pendataan rumah masyarakat akibat gempa. Sampai saat ini masih terus dilakukan oleh pemda kabupaten kota, nanti bupati meng SK-kan setelah dilakukan proses verifikasi,” tandasnya.

Sebelumnya, Wakil Presiden, Jusuf Kalla, dalam kunjungan ke lokasi pengungsian masyarakat korban gempa Lombok meminta, proses pembangunan kembali rumah milik warga diawasi Kementerian Pekerjaan Umum, termasuk BNPB, mahasiswa dan relawan serta instansi lain. Yang paling penting, adalah konsep pembangunan harus mengikuti petunjuk Dinas PU.

Proses pembangunan rumah tahan gempa, tidak boleh diluar petunjuk Kemen PUPR. Semua rumah harus menggunakan besi, sehingga tidak mudah rusak. Pemerintah pusat memberikan masyarakat korban gempa, bantuan anggaran pembangun kembali rumah yang rusak akibat gempa. Masyarakat yang rumah rusak dengan kategori rusak berat mendapatkan bantuan Rp50 juta, rusak sedang Rp25 juta dan rusak ringan Rp10 juta.

Lihat juga...

Isi komentar yuk