Sakit, Calon Jamaah Haji Asal Sikka Batal Berangkat

Editor: Mahadeva WS

547

MAUMERE – Satu orang calon jamaah haji 2018 dari Kabupaten Sikka, NTT gagal diberangkatkan. Calon jamaan haji tersebut diketahui mengalami sakit keras.

Petrus Fahik, kepala kantor Kementrian Agama kabupaten Sikka. Foto : Ebed de Rosary

Dengan demikian, dari kuota 81 orang, tahun ini yang berangkat hanya 80 orang saja. “Senin (6/8/2018) sebanyak 80 orang tersebut akan terbang menuju Surabaya . 8 Agustus 2018 pagi, para jamaah calon haji ini akan masuk ke wisma haji Surabaya dan akan diterbangkan ke Makkah. Dari NTT ada 560 orang, terbagi dalam dua Kloter,” sebut Kepala Kantor Kementrian Agama Sikka, Petrus Fahik, Senin (6/8/2018).

Pemkab Sikka menurutnya, menanggung biaya transportasi dari Maumere ke Surabaya dan dari Surabaya ke Maumere saat kembali nanti. Termasuk biaya penginapan selama dua hari di Surabaya sebelum masuk ke wisma haji. Total anggaran yang disiapkan untuk melayani tersebut mencapai Rp280 juta.

Ketua Panitia Penyelenggaraan Haji Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sikka, Yusuf Keneng dalam laporannya menjelaskan, saat ini di Kabupaten Sikka terdapat 1.020 calon jamaah haji yang sudah mendaftar. Berdasarkan kuota yang dimiliki, ada daftar tunggu hingga 12 tahun. “Jika mungkin, kami berharap agar NTT mendapat tambahan jatah menjadi dua kloter, sehingga lebih banyak umat Muslim yang bisa menunaikan rukun kelima Islam ini,” pintanya.

Yusuf juga berharap, Pemkab Sikka menyiapkan satu orang dokter pendamping calon jamaah haji. Dokter tersebut bisa mendampingi selama berada di Surabaya sebelum masuk ke embarkasi. Permintaan tersebut sudah pernah disampaikan, dan hingga kini belum mendapatkan jawaban. “Takutnya ada jamaah haji yang mengalami sakit saat di penginapan ada dokter yang selalu memantau kesehatan para calon jemaah haji dan langsung menanganinya bila ada yang sakit. Calon jemaah haji ini kan rata-rata sudah berusia tua,” tandasnya.

Menangapi hal itu, Pejabat Bupati Sikka Flori Mekeng langsung merespon dan meminta agar Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Sekretariat Daerah, Constantinus Tupen, SH, segera menyiapkan dokter pendamping. Dokter yang dikirim akan mendampingi calon jamaah haji sejak berangkat ke Surabaya dan saat tiba dari Surabaya dan hendak kembali ke Maumere.

“Saya mohon, menjaga kesabaran karena di Tanah Suci nanti saudara-saudara akan bertemu dengan banyak jamaah dari daerah lain dan negara lain. Bersabarlah untuk menahan diri hingga giliran tiba sebab saya menyaksikan di televisi, ada yang tidak sabar sehingga berebutan akibatnya ada orang lain yang terhimpit,” pesan Flori.

Flori juga meminta calon jamaah haji memperbanyak perbuatan baik. “Status haji dan hajah itu status yang sangat bermakna. Status itu semakin bermakna jika saudara-saudara juga penuh dengan kebaikan dan kebijakan,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...