Sandiaga Bacakan Surat Pengunduran Diri dari Wagub DKI

Editor: Koko Triarko

1.996
JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI, menggelar sidang paripurna, dengan pembacaan teks surat pernyataan berhenti Sandiaga Uno sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta, masa bakti 2017-2022, di gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (27/8/2018).
Pada pembacaan surat pengunduran diri tersebut, Sandiaga menyampaikan, bahwa dia tidak mau menunda tugas-tugas serta menyalahgunakan wewenang selaku Wakil Gubernur, sehingga dia berinisiatif mengajukan surat pengunduran diri.
“Saya berinisiatif mengajukan surat pengunduran diri sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta masa aktif 2017-2022 yang telah saya tandatangani pada 9 Agustus kepada Gubernur DKI Jakarta, untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku dan telah disampaikan kepada Presiden RI, dengan tembusan Menteri Dalam Negeri RI,” ucapnya, di ruang paripurna DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (27/8/2018).
Dia menilai, tugas sebagai wakil gubernur DKI Jakarta sangat berat. Untuk itu, dia tidak mau mengambil risiko politisasi jabatan, sehingga dia pun bertekad untuk melepaskan jabatannya dan tidak mengambil cuti.
“Betapa berat kerja seorang wakil gubernur di Jakarta, dan menghindari risiko politisasi jabatan, menjauhkan dari mudharat pejabat yang mengintevensi dan menyalahgunakan birokrasi, anggaran dan fasilitas. Maka, saya memilih ikhlas berkorban untuk tidak mengambil cuti, dan mendahulukan kepentingan warga Jakarta, juga aspirasi rakyat Indonesia di atas kepentingan diri atau pun golongan,” ujarnya.
Dia berharap, dengan adanya penganti pada posisi wakil gubernur DKI, bisa bekerja secara maksimal bersama Gubernur DKI Anies Baswedan.
“Siapa yang akan menggantikan saya (nanti), semoga dapat bekerja maksimal bersama Bapak Gubernur,” tuturnya.
Selain itu, dirinya mengungkapkan rasa kehilangan atas momen-momen bekerja bersama dengan Gubernur DKI, Anies Baswedan, selama memimpin Jakarta.
“Meski kita tak lagi bekerja bersisihan, Insyaallah pada saatnya Allah SWT akan tetap menautkan kita bersebelahan, sebagai kawan seiring,” ujar Sandiaga.
Menurutnya, ruang Balai Kota yang megah, pun ruang paripurna DKI Jakarta, yang gagah tak pernah membatasi dirinya untuk hadir bersama rakyat.
“Menemui Bu Toni, penjual es podeng, dan Bu Wati pengusaha katering rumahan, yang menorehkan harapan mereka di hati kita untuk terus memperjuangkan peluang hidup berusaha yang lebih baik, membuka lapangan kerja, memastikan agar harga-harga stabil terjangkau, dan menumbuhkan ekonomi yang menyejahterakan di Jakarta, dan insyaallah di seluruh Indonesia,” ucap Sandiaga.
Sandiaga juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh lapisan warga DKI Jakarta selama dirinya memimpin Jakarta.
“Mohon agar selalu dapat saling ikhlas memafkan dan mendoakan, demi kebaikan Ibu Kota Jakarta, dan kemaslahatan Bangsa Indonesia,” katanya.
Sandiaga menutup pidatonya dengan pantun, yang biasa ia lakukan saat menjabat sebagai wagub DKI Jakarta.
Sandiaga mengajukan pengunduran diri lewat surat kepada Gubernur Anies Baswedan pada 10 Agustus 2018. Pengunduran diri dilakukannya setelah dia dideklarasikan maju Pilpres berpasangan dengan Prabowo Subianto.
Kemudian DPRD DKI menggelar sidang paripurna, setelah Badan Musyarawarah (Bamus), pimpinan DPRD DKI Jakarta, dan Sekretaris Daerah (Sekda), Saefullah, mengadakan rapat untuk membahas sidang pengunduran diri Sandi di Gedung DPRD DKI pada Selasa 21 Agustus, lalu.
Dalam rapat Bamus itu, peserta sidang meminta Sandiaga Uno untuk menghadiri sidang paripurna dan membacakan langsung surat pengunduran diri di depan DPRD dan pimpinan.
Baca Juga
Lihat juga...