Sandiaga: Persiapan Venue Voli Asian Games 60 Persen

Editor: Satmoko Budi Santoso

349
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengungkapkan persiapan GOR Bulungan venue bola voli sudah 60 persen, di Klender, Jakarta Timur, Selasa (7/8/2018). Foto Lina Fitria

JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, mengatakan, renovasi GOR Bulungan yang menjadi salah satu lokasi untuk venue cabang olahraga voli saat ini sudah mencapai 60 persen.

“Per hari ini yang tugas tambahan sudah 60 persen selesai,” kata Sandiaga di Klender, Jakarta Timur, Selasa (7/8/2018).

Kemudian dia akan mempercepat persiapan GOR Bulungan sebelum Asian Games dimulai. Dia juga akan ikut memantau persiapan dengan cara berlari di sekitar GOR Bulungan.

“Seminggu ini akan kita kebut lagi, semoga saat pembukaan sudah selesai,” ujarnya.

Sandiaga mengatakan, bagian dalam GOR Bulungan sebenarnya sudah siap digunakan sebagai venue. Namun, bagian luar GOR Bulungan perlu dirapikan supaya cantik. Sandiaga mengatakan, salah satu yang harus diperhatikan adalah trotoar di sekitar GOR Bulungan.

“Kan kemarin tidak ditata karena rencananya hanya buat latihan, sekarang kalau buat pertandingan berarti harus dibuat sekatnya, harus dibuat entry pemain dan ofisial, kan di depan harus juga di-beautifikasi, dipercantik,” pungkasnya.

Upaya mempercantik juga akan dilakukan dengan menata pedagang kaki lima dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di sekitar Bulungan. Menurut Sandiaga, penataan dalam GOR untuk latihan sudah selesai.

“Penataan di dalam (sudah) isi, sudah no problem buat latihan,” ujar dia.

Selain itu, Wali Kota Jakarta Selatan, Marullah Matali, mengatakan, kini masih melakukan penataan pada area venue voli.

“Yang pertama yang kami tata di depan itu sendiri ada kafe, udah kita selesaikan,” katanya ditemui di Balai Kota DKI.

Menurutnya, kafe-kafe yang di sekitar venue voli itu sudah dipindahkan ke depan masjid sekitar GOR Bulungan. Pasalnya, sudah tidak ada waktu lagi untuk mencari lokasi tersebut.

“Karena enggak ada waktu, kita kasih alokasi datang di depan masjid. Kita kasih alokasi ke situ mereka sedang berbenah,” imbuhnya.

Diberitahukan, GOR Bulungan ditunjuk sebagai lokasi latihan atlet Asian Games. Keputusan ini diambil lantaran tidak ada lagi lokasi yang cocok untuk dijadikan venue voli.

Pada penunjukan ini dilakukan mendadak pada awal Juni 2018. Terlebih lagi, kapasitas, GOR Bulungan yang hanya muat 900 penonton jauh dari standar Dewan Olimpiade Asia (OCA). Setiap venue Asian Games minimal harus mencapai 2.000 penonton.

Dalam survei Ombudsman, GOR Bulungan dinyatakan sebagai venue yang paling banyak kekurangannya di antara venue Asian Games 2018. GOR Bulungan memang menjadi opsi terakhir setelah Jakarta Convention Center (JCC) dan GOR Pertamina batal mendampingi Tenis Indoor sebagai venue voli. Pertamina yang sempat menyetujui renovasi, kemudian tak sanggup untuk menggarapnya.

Menurut Ketua INASGOC, Erick Thohir, GOR Bulungan dinilai oleh Ombudsman sebagai venue paling tak siap menjelang Asian Games 2018. Namun hal itu sudah mendapat persetujuan dari technical delegate. GOR tinggal di-overlay.

 

Baca Juga
Lihat juga...