Sasar Generasi Muda, Koperasi Harus Lebih Modern

Editor: Koko Triarko

189
MALANG – Koperasi sebagai soko guru perekonomian Indonesia bukan lagi hanya urusan orang tua saja, tapi koperasi saat ini harus bisa hadir dengan paradigma baru yang lebih modern untuk bisa menyasar generasi muda.
“Dulu yang namanya koperasi, seakan-akan hanya urusan orang tua saja, tapi kini koperasi sudah mulai dikenalkan sejak dini melalui koperasi siswa, hingga ke perguruan tinggi,” ucap Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Malang, Sutiaji, saat membuka acara sarasehan peringatan ke-71 Hari Koperasi di hotel Atria, Malang, Sabtu (11/7/2018).
Menurutnya, koperasi dulu seakan memiliki konotasi sesuatu yang tidak modern. Hal inilah yang kemudian ke depan harus ada paradigma baru yang lebih modern lagi terkait koperasi.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Malang, Tri Widyani.-Foto: Agus Nurchaliq
“Untuk itu, pemerintah harus hadir di semua sektor kehidupan masyarakat, termasuk dalam masalah ekonomi. Soko guru perekonomian kita adalah koperasi yang berlandaskan kegotongroyongan, sehingga ke depan harus kita kuatkan lagi. Bahkan jika bisa, semua unit UMKM bisa menjadi bagian dari koperasi, termasuk para generasi muda,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Malang, Tri Widyani, menyampaikan, pemerintah pusat, telah mencanangkan mulai 2018 koperasi di Indonesia harus menjadi koperasi yang berkualitas, yakni salah satunya koperasi harus bisa menggunakan sarana Teknologi Informasi (TI).
Menurutnya, di era mileneal seperti sekarang ini, teknologi memegang peran yang luar biasa dalam kehidupan. Sehingga koperasi mau tidak mau harus bersinggungan dengan proses yang berbasis TI.
“Seperti halnya manajemen keuangan koperasi harus mulai kita siapkan yang berbasis TI. Sehingga, pelatihan-pelatihan yang kita lakukan ke depan terhadap koperasi kita arahkan ke TI, agar bisa menjadi koperasi yang berkualitas,” ucapnya.
Selain itu, menurut Tri, pihaknya akan mendorong para pelaku UMKM menjadi salah satu kekuatan perekonomian, dengan melaksanakan manajemen keuangannya melalui koperasi.
“Kami juga menyasar koperasi-koperasi anak muda. Komunitas-komunitas anak muda sekarang ini kita dorong untuk bisa menghadirkan koperasi yang kekinian,” ujarnya.
Menurutnya, siswa sekolah sudah harus mengenal mengenai pentingnya koperasi, yang merupakan soko guru perekonomian Indonesia. Pengenalan koperasi bisa di mulai dari tingkat SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi.
Sementara itu, Tri menyebutkan, di kota Malang tingkat pertumbuhan koperasi cukup signifikan, mulai 2017 hingga 2018, sudah ada peningkatan jumlah koperasi yang aktif dan sehat.
“Sekarang ada kenaikan hingga 50 persen, dari 600 lebih koperasi sehingga sudah ada 300 lebih koperasi yang sehat. Tantangan kami ke depan adalah mewujudkan koperasi yang sehat, kuat, berkualitas”, pungkasnya.
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.