Sebelas Daerah di Sumbar Tetap Laksanakan Imunisasi MR

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

317
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat Merry Yuliesday. Foto: M. Noli Hendra

PADANG — Dinas Kesehatan Provinsi mencatat, ada 11 dari 19 kabupaten dan kota di Sumatera Barat yang tetap melaksanakan imunisasi Measless dan Rubelle (MR).

11 daerah tersebut yakni, Kota Padang,  Padang Panjang, Sawahlunto, Payakumbuh, Kabupaten Pesisir Selatan, Solok Selatan, Solok, Padang Pariaman, Limapuluh Kota, Kepulauan Mentawai, dan Sijunjung.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, Merry Yuliesday menjelaskan, hingga tanggal 9 Agustus 2018 kemarin, ada delapan kabupaten dan kota di Sumatera Barat yang menunda melakukan imunisasi MR.

“Memang 11 kabupaten dan kota tetap melaksanakannya. Jadi hingga kemarin, 9 Agustus, capaian pelaksanaan imunisasi MR di Sumbar baru 13,4 persen dari rencana 1,5 juta anak. Sementara untuk tingkat Indonesia sudah 20 persen,” jelasnya, Jumat (10/8/2018).

Delapan kabupaten dan kota di Sumatera Barat yang menunda melakukan imunisasi MR itu, Kabupaten Tanah Datar, Kota Bukittinggi, Kota Pariaman, Kota Solok, Kabupaten Pasaman, Pasaman Barat, Agam, dan Kabupaten Dharmasraya.

“Alasan beberapa daerah yang masih menunda itu masih menunggu kepastian dari Kementerian Kesehatan RI,” katanya.

Sementara untuk daerah yang tetap melaksanakan imunisasi MR itu, beralasan belum ada surat penundaan pelaksanaan imunisasi MR.

“Seharusnya pemberian imunisasi MR serentak dilaksanakan di Sumatera Barat pada Agustus hingga September tahun ini. Untuk itu, kami masih menunggu surat resmi dari Kemenkes, terkait kepastiannya,” ungkapnya.

Menurutnya, dinas kesehatan di provinsi yang sebagai perpanjangan tangan Kemenkes di daerah, sedang menunggu keputusan resmi dari Kemenkes dan MUI (Majelis Ulama Indonesia).

Mengingat pada ungkapan MUI yang meminta Kementerian Kesehatan untuk menunda imunisasi MR hingga ada kejelasan kehalalan vaksin yang digunakan. Namun, di Sumatera Barat, MUI tidak mau terlibat dalam kampanye imunisasi MR sampai persoalan tersebut jelas kedudukannya, boleh atau tidak.

Baca Juga
Lihat juga...