Sejumlah Daerah di Sumbar Tetap Berikan Imunisasi MR

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

144

PADANG — Meski terjadi pro dan kontra seputar pemberian imunisasi Measless dan Rubelle (MR), Dinas Kesehatan Pesisir Selatan, Sumatera Barat, tetap optimis memaksimalkan pelaksanaan di daerah sejuta pesona tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Pesisir Selatan, Satria Wibawa mengatakan, pemkab bakal memaksimalkan pelaksanaan imunisasi MR bagi anak yang berusia sembilan bulan hingga 15 tahun.

“Kita di Pesisir Selatan tetap jalan pemberian imunisasinya. Tapi tidak memaksa, jika ada orangtua yang tidak ingin memberikan anaknya imunisasi,” katanya di Painan, Kamis (9/8/2018).

Menurutnya, sejauh ini sosialisasi telah dilakukan di beberapa tempat. Untuk pelaksanaannya pun, telah dilaksanakan di Kecamatan Lengayang.

“Di sana cukup tinggi keinginan orangtua agar anaknya mendapatkan imunisasi,” sebutnya.

Ia menyebutkan, supaya pelaksanaan imunisasi merata, pihaknya dalam waktu dekat akan menggelar rapat bersama dengan Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Pesisir Selatan, agar bisa dilaksanakan secara menyeluruh.

Baginya, dengan imunisasi MR maka akan melindungi anak dari penyakit campak dan rubella. Apalagi penyakit campak dapat menyebabkan komplikasi yang serius seperti diare, radang paru, radang otak, kebutaan, gizi buruk hingga kematian.

Rubella sendiri merupakan penyakit ringan pada anak namun dapat menularkan ke ibu hamil pada awal kehamilannya dan dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan bagi bayi yang dilahirkannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Barat, Merry Yuliesday mengatakan, meski ada daerah yang tetap melaksanakan imunisasi, namun pihaknya masih tetap menunggu surat resmi dari Kementerian Kesehatan RI tentang kelanjutan pemberian vaksin MR.

“Seharusnya pemberian imunisasi MR serentak dilaksanakan di Sumatera Barat pada Agustus hingga September tahun ini. Untuk itu, kami masih menunggu surat resmi dari Kemenkes, terkait kepastiannya,” ungkapnya.

Mengingat pada ungkapan MUI yang meminta Kementerian Kesehatan untuk menunda imunisasi MR hingga ada kejelasan kehalalan vaksin yang digunakan. Namun , di Sumatera Barat, MUI tidak mau terlibat dalam kampanye hingga persoalan tersebut jelas kedudukannya.

Merry menjelaskan Dinas Kesehatan juga gencar melakukan pencanangan kampanye imunisasi MR. Rencana pemberian imunisasi ini hampir menyeluruh dari 19 kabupaten dan kota di Sumatera Barat sudah dilakukan sejak awal Agustus.

Di Sumatera Barat sendiri, Dinas Kesehatan menargetkan 1,5 juta anak di yang akan mendapatkan vaksin ini. Ia berharap kapastian boleh atau tidak pemberian imunisasi, segera dikabarkan oleh Kementerian Kesehatan, sehingga imunisasi bisa segera dilakukan.

Di Sumatera Barat, daerah yang telah melakukan imunisasi MR, di antaranya Kota Padang, Kabupaten Dhamasraya, Limapuluh Kota, Pesisir Selatan, dan ada beberapa daerah lainnya.

Alasan sejumlah daerah tetap melaksanakan imunisasi MR, karena sejauh ini ini belum ada surat resmi dari Kementerian Kesehatan yang meminta menghentikan pemberian imunisasi. Artinya, surat penugasan terkait pemberian imunisasi Agustus – September masih berlaku, dan harus dijalankan.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.