Sejumlah Kelompok Gamelan Semarakkan IGF 2018

Editor: Satmoko Budi Santoso

183

SOLO – Menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-73, Solo akan memiliki hajatan akbar bertaraf internasional. Salah satunya adalah Internasional Gamelan Festival (IGF) yang akan disemarakkan oleh belasan kelompok gamelan dari luar negeri.

Kepastian adanya 19 kelompok gamelan dari luar negeri dalam IGF ini disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Solo, Kinkin Sultanul Hakim. “Peserta keseluruhan terdiri dari 19 kelompok dari luar negeri dan 46 kelompok dari dalam negeri. Semuanya akan tampil dalam IGF yang berlangsung selama sepekan,” ucapnya, saat jumpa pers IGF di Balaikota Solo, Jumat (3/8/2018).

Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Solo, Kinkin Sultanul Hakim – Foto Harun Alrosid

Belasan kelompok gamelan luar negeri ini di antaranya dari Inggris, Irlandia, Amerika, Jepang, Honggaria, Belanda, Malaysia, Singapura, Thailand dan Australia. Sejumlah panggung telah disiapkan untuk helatan Festival Gamelan akbar tersebut.

Seperti di Benteng Vasterburg, Pendopo Teater Besar ISI Solo, Pendopo Taman Budaya Jawa Tengah, Museum Radya Pustaka, Balai Soedjatmoko, SMKN 8, dan Pendopo Gedhe Balaikota.

Selain itu, IGF 2018 juga menggunakan plat form kebudayaan Indonesiana, yakni melibatkan sejumlah daerah lain yang ada di Solo Raya. Seperti Boyolali, Karanganyar, Sukoharjo, Wonogiri, dan Blora Jawa Tengah.

Plat form Indonesiana ini, kata Kinkin, untuk memperkuat pemajuan kebudayaan melalui pelibatan dan gotong royong dari sejumlah daerah lainnya dalam satu event.

“Jadi ini untuk meningkatkan standar tata kelola kegiatan kebudayaan dan manajemen penyelenggaraan kegiatan budaya melalui dukungan atas penyelenggaraan festival-festival di daerah. Baik penguatan terhadap festival yang sudah ada, maupun festival baru yang disesuaikan dengan potensi dan karakter budaya di masing-masing kawasan,” urainya.

IGF akan diselenggarakan mulai tanggal 9-16 Agustus 2018, yang tersebar di sejumlah titik di Solo, baik di panggung, pendopo maupun on the street di Jalan Slamet Riyadi. Tema yang diambil dalam IGF 2018 adalah Gamelan Homecoming. Yakni, konsep Festival Gamelan pulang ke rumah atau mudik.

“Persebaran gamelan yang ada di berbagai negara secara geografis atau diaspora inilah yang menginiasi tema kali ini. Yakni bagaimana kita bisa menarik para komunitas gamelan di berbagai daerah bahkan negara untuk datang dan pulang ke rumah gamelan, yakni Solo dan sekitarnya,” jelas Joko S Gombloh, selaku Kurator IGF.

Dengan adanya sebaran kelompok gamelan di berbagai negara dan daerah itu, diharapkan IGF 2018 bisa menjadi sarana untuk bisa saling menampilkan berbagai keunggulan ataupun ciri khas masing-masing kelompok.

Tak hanya secara pementasan dan tabuh gamelan, namun IGF juga menjadi sarana transformasi pengetahuan.

“Istilahnya ini mudik sambil kangen-kangenan. Bagaimana gamelan di belahan bumi Barat atau Timur. Nah selain itu bisa juga melihat perkembangan gamelan di kampung halaman terus bisa diceritakan di tempat mereka kembali,” tandasnya.

Baca Juga
Lihat juga...