Selesai Dibangun, bypass BIM Dihijaukan

Editor: Mahadeva WS

233

PADANG – Dua Jalur bypass penghubung Bandara Internasional Minangkabau (BIM) ke Teluk Bayur Padang, Sumatera Barat, telah selesai pengerjaannya. Pemerintah daerah setempat berencana akan melakukan program penghijauan di lokasi tersebut. 

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit mengatakan, untuk kegiatan tersebut, diperkirakan membutuhkan 4.000 batang pohon lindung. Pohon akan ditanam di sepanjang Bypass yang memiliki panjang 30 kilometer tersebut. “Dikarenakan jalur dua bypass ini menghubungkan dua daerah, Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Padang. Jadi akan dibagi. 25 kilometer di Padang, dan lima km di daerah Kabupaten Padang Pariaman,” jelasnya, Kamis (30/8/2018).

Proses penghijauan diawali di jalan sepanjang lima kilometer di Kabupaten Padang Pariaman, karena Bandara Internasional Minangkabau berada di daerah tersebut. Nasrul menyebut, penghijauan di sepanjang jalur dua bypass dianggap perlu, karena saat ini, di sepanjang jalan tersebut masih terlihat gersang.

Penanaman pohon lindung dipinggir jalan, akan membantu membangun suasana yang adem dan nyaman.  “Penanaman pohon ini merupakan usulan dari Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas). Karena, dengan penanaman pohon dikawasan ini akan mengurangi polusi udara dan akan dapat melindungi mereka yang melewati jalan ini dari panasnya cuaca karena dilindungi pepohonan disekitarnya,” tambahnya.

Jenis pohon yang akan ditanam adalah trembesi dan mohon. Kota Padang juga berencana menanam pohon di bagian tengah jalan dengan bunga tanjung, yang dianggap bisa menambah keindahan kota. Untuk menanam 4.000 tanaman pohon lindung, akan dibantu CSR PT Djarum, serta stakeholder terkait, termasuk dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. “Kita juga telah menunjuk berapa tim terkait dalam penanaman pohon ini. Harapan kita, September atau Oktober titik-titik penanaman pohon ini sudah  ada,” tegasnya.

Setelah penghijauan diharapkan, Pemerintah Kota Padang dapat memikirkan kebutuhan lampu penerangan jalan umum (PJU), agar jalan tersebut uga tetap aman dilalui saat malam hari. “Tentang jalan perlu dibicarakan lebih lanjut dengan Pemko Padang. Karena memang cukup banyak masyarakat yang mengeluhkan dengan kondisi lampu yang sudah lama terpasang, tapi tidak dialiri listrik. Sehingga di malam hari, jalur dua terlihat gelap,” tandasnya.

Mengenai persoalan PJU, sebelumnya, Ombudsman Perwakilan Sumatera Barat juga telah melayangkan surat kepada Balai Besar Jalan wilayah Sumatera Barat serta Dinas Pekerjaan Umum Kota Padang, meminta keterangan mengenai tidak hidupnya lampu PJU di jalan bypass. Namun demikian, Ombudsman belum mendapatkan respon dari pihak terkait. Jika dua kali surat klarifikasi dan keterangan tidak digubris, Ombudsman akan memanggil pemangku kepentingan tersebut, untuk menggali persoalan kenapa lampu jalan tidak hidup.

Plt. Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Barat, Adel Wahidi, menyayangkan tidak menyalahnya fasilitas lampu jalan tersebut. Masyarakat setiap membayar rekening listrik ada tambahan biaya untuk penerangan jalan umum, namun PJU tidak menyala.

Anggota DPRD Sumatera Barat, Albert Hendra Lukman mengatakan, lampu PJU tidak berfungsi di sepanjang jalur dua Bypass, merupakan tanggung jawab Pemerintah Kota Padang untuk memperbaikinya. “Terkait lampu penerang jalan adalah tugasnya Pemko Padang. Jadi Pemko Padang harus segera membenahinya karena apabila dibiarkan bisa membahayakan masyarakat yang melintas,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...