Seminggu Tak Diangkut, Sampah di Pantai Kuta Menumpuk

Editor: Mahadeva WS

187

BADUNG – Pemandangan kurang menarik terjadi di kawasan objek pantai Kuta, Badung Bali. Di salah satu pintu masuk pantai, tepatnya di depan pusat perbelanjaan BeachWalk, terjadi penumpukan sampah.

Sampah-sampah tersebut berasal dari para pedagang, serta wisatawan yang sedang berlibur di Kuta. Dari pantauan Cendana News, terlihat sampah plastik, limbah kayu dan sampah lainnya menumpuk menjadi satu.

Rio, salah seorang  pekerja di Pantai Kuta mengatakan, penumpukan sampah tersebut  terjadi akibat tidak diangkutnya sampah selama seminggu. Tumpukan sampah tersebut, merusak pemandangan wisatawan lokal maupun mancanegara yang hendak berwisata ke Pantai Kuta.

Banyak wisatawan, terutama wisatawan asing tidak suka dengan pemandangan tersebut. “Seharusnya setiap hari diangkut sampahnya, karena volume sampah disini kan banyak, toh kita para pekerja juga ikut membersihkan, biar para wisatawan betah. Namun kalau gak diangkut gini kan jadi gimana gitu. Seolah tidak adanya perhatian terkait sampah yang menumpuk ini,” kata Rio saat ditemui di lokasi.

Rio berharap, kasus sampah ini bisa segera ditangani oleh pihak terkait. Sebelumnya, ia dan beberapa rekan pekerja lainnya sudah memberitahu pihak terkait mengenai kondisi sampah tersebut. Namun hingga kini belum ada tanggapan, serta penanganan serius.

Kejadian ini tentu menarik perhatian para Wisatawan. Menurut mereka, tidak seharusnya objek wisata seperti Kuta, kebersihan tidak menjadi prioritas. Seperti yang dikemukanan, Frans Surono, Wisatawan asal Australia. Menurutnya, kejadian seperti ini tidak semestinya terjadi di lokasi objek wisata kelas dunia. Dimana masalah sampah seharusnya ditangani dengan baik, karena itu merupakan bagian yang disukai oleh wisatawan.

“Pastinya tidak bagus bagi kesehatan, apalagi ini Pantai Kuta, banyak para wisatawan berbagai negara berdatangan. Saya harap ini perlu perhatian semua pihak terutama pemerintah,” tandasnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Badung, I Putu Eka Merthawan menjelaskan, kasus sampah yang menumpuk di pantai Kuta merupakan tanggung jawab dari pengelola pantai yang ada di desa adat setempat. Artinya hal itu bukan merupakan tanggung jawab dari DLHK Badung.

“Kami tidak bermaksud melempar tanggung jawab. Tugas kami hanya menangani sampah yang berada di sepanjang ruas jalan Kuta Badung. Nah kalau ada sampah di sekitar pantai, itu sudah merupakan  tanggung jawab dari pengelola pantai itu sendiri,” tegas Eka Merthawan.

Kendati demikian, pihaknya masih tetap memberikan bantuan penanganan, apabila dikemudian hari terjadi penumpukan. DLHK Badung sudah menerima bantuan berupa drum track, khusus sampah di beberapa  objek wisata pantai di Kabupaten Badung.

Namun secara moral, Eka Merthawan berharap semua agar lebih memfungsikan petugas serta alat kebersihan untuk mendukung penanganan kebersihan terutama persoalan sampah. “Ada sekitar 15 sumbangan drum track yang kami sumbangan ke beberapa wilayah yang memiliki  objek wisata  pantai mulai dari ujung utara hingga kawasan Badung Selatan,” pungkasnya.

Lihat juga...