Sensasi Kopi Durian Khas Lampung

Editor: Koko Triarko

247
LAMPUNG – Buah durian dari sejumlah wilayah Lampung, sebagian dari Bengkulu dan Sumatera Selatan, bisa dinikmati setiap saat. Pasalnya, musim durian yang tidak bersamaan, membuat pasokan durian bisa terus diperoleh. Pecinta buah durian, bahkan bisa menikmati buah berduri dengan aroma khas tersebut di sepanjang Jalan Lintas Sumatera.
Fery (32), salah satu penggemar buah durian di kecamatan Penengahan, menyebut melimpahnya buah durian kerap menjadi bahan baku sejumlah kuliner. Salah satunya, sambal tempoyak yang merupakan hasil fermentasi buah durian.
Menurutnya, daging buah yang tebal menjadi ciri khas sejumlah varietas durian Lampung, di antaranya durian mentega dan durian keong.
Fery mengatakan, durian yang dijual saat ini berasal dari wilayah perbatasan Lampung dan Bengkulu. Rasa legit dan aroma wangi menjadi ciri khas, karena sebagian durian merupakan budi daya warga dengan sistem jatuhan, dan sebagian dipetik untuk diperam.
Namun, kata Fery, ada cara lain untuk menikmati buah durian ini, yaitu dengan membuatnya sebagai kopi durian.
“Bagi para pecinta kopi Lampung, menikmati durian bersama kopi robusta sudah hal biasa, bahkan wajib, terutama saat musim durian melimpah,” terang Fery, saat ditemui Cendana News, Sabtu (11/8/2018).
Menurut Fery, kopi robusta menjadi salah satu hasil perkebunan di Lampung Selatan, yang diolah menjadi kopi bubuk. Menikmati kopi robusta yang umumnya dibuat secara tradisional menggunakan sistem tumbuk, kerap dilakukan saat pagi sebelum bekerja dan di waktu santai.
“Saat musim durian, kombinasi kopi robusta dan durian kerap menjadi menu piluhan untuk menikmati kopi”, katanya.
Cara membuat kopi durian, kata Fery, terbilang mudah. Tidak harus memiliki keahlian memadukan kopi selayaknya barista. Buah durian jenis keong serta mentega yang sudah dibelah, disiapkan dalam wadah khusus. Bubuk kopi robusta dengan tambahan sedikit gula,  dibuat dengan takaran yang tepat, agar sensasi rasa kopi masih bisa dinikmati.
Berbeda dengan membuat kopi biasa, membuat kopi durian harus bisa memperhitungkan takaran.
“Pembuat kopi durian harus bisa memperhitungkan volume kopi di dalam gelas, karena masih akan ditambahi daging durian yang masih berbiji, agar tidak tumpah,” terang Fery.
Setelah durian lengkap dengan biji disiapkan dan satu gelas kopi sudah diracik, biji durian selanjutnya dimasukkan dalam gelas. Bagi yang menyukai daging durian dipisah dari biji, pemisahan bisa dilakukan dengan mengupas daging durian dari biji.
Cara tersebut bisa dilakukan dengan sendok. Jika buah durian jenis keong bertekstur kesat, sehingga daging durian mudah dipisah, sementara jenis mentega cenderung mudah lengket, sehingga kerap disertakan dengan biji.
Fery menngatakan, menikmati kopi durian, sekaligus bisa merasakan sensasi pahit kopi robusta, legit daging durian keong dan mentega. Penggunaan sendok saat meminum kopi durian, wajib digunakan untuk menyendok daging buah bersama kopi yang sudah diaduk.
Pengadukan yang dilakukan setelah daging buah dipisahkan, membuat kopi mudah diseruput. Tetapi, sebagian bisa menikmati kopi durian dengan tatakan, sehingga manisnya daging buah durian bisa dikecap bersama sensasi pahitnya kopi.
Musim durian yang masih mudah diperoleh, membuat Fery bisa mendapatkan buah durian dengan mudah. Saat ini, buah durian dijual dengan sistem butiran dan gandengan. Satu buah durian berukuran kecil dijual dengan seharga Rp10.000 hingga Rp20.000. Sementara ukuran sedang dijual Rp25.000 hingga Rp35.000, dan ukuran besar bisa Rp40.000 hingga Rp50.000.
Sistem gandengan kerap dijual pada durian ukuran kecil, rata-rata dua butir durian seharga Rp30.000 hingga Rp50.000 berisi dua butir durian.
Fery yang menyukai buah durian untuk membuat kopi, mengaku kerap membeli buah durian, lalu menyimpannya dalam lemari pendingin. Penyimpanan dilakukan setelah buah durian dibelah, dan disimpan dalam plastik mika, kemudian dimasukkan ke dalam lemari es sebagai stok.
Penyimpanan tersebut dilakukan, agar sewaktu-waktu ingin membuat kopi durian, bisa langsung membuat tanpa terlebih dahulu membeli durian.
Suyono (30), penggemar kopi durian, mengatakan, menikmati kopi robusta saat musim durian kerap dilakukan. Menurutnya, takaran yang sesuai antara kopi dan durian harus tepat.
Takaran tepat tersebut terutama dilakukan saat penambahan gula. Pasalnya, dengan tambahan daging durian, rasa manis sudah bisa tercipta. Selain itu, ia menyebut rasa manis alami durian akan lebih terasa, jika tidak diberi gula.
“Sesuai selera, saya kerap memadukan daging buah durian dengan kopi tanpa gula, agar sensasi rasanya lebih terasa,” terang Suyono.
Cara kedua yang kerap dilakukan pecinta kopi durian, kata Suyono, dilakukan dengan memasak. Daging buah durian yang sudah disiapkan, direbus dalam panci khusus bersama kopi. Setelah mendidih, racikan durian dan kopi robusta disaring dalam gelas, lalu diberi gula secukupnya sesuai selera. Cara ini dilakukan untuk penyajian kopi durian tanpa biji.
Musim durian membuatnya mudah menikmati sensasi minuman perpaduan kopi dan durian sebagai sarana bersosialisasi. Sebab, menikmati kopi kerap dilakukan bersama dengan rekan, di sela berbincang santai serta sembari melakukan pekerjaan.
Baca Juga
Lihat juga...