Sisa APBD Balikpapan, Prioritaskan Penanggulangan Banjir

Editor: Satmoko Budi Santoso

180

BALIKPAPAN – Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2017 terjadi sisa lebih pada Pembiayaan Anggaran (SILPA) sebesar Rp198,23 miliar. Rencananya, SILPA itu akan digunakan untuk program prioritas pada tahun ini, seperti penanggulangan banjir dan penambahan Ruang Kelas Baru (RKB).

Dalam penyampaian Nota Penjelasan LKPJ Wali Kota Balikpapan pada hari ini (8/8) bahwa APBD Balikpapan 2017 tercatat lebih dari Rp2,02 triliun. Namun hingga akhir Tahun Anggaran 2017, hanya terealisasi sebesar Rp1,76 triliun atau sekitar 87,08 persen.

“Karenanya kami mendorong agar kegiatan tahun ini segera mungkin dipacu. Ini sudah Agustus, mau kapan lagi dilaksanakan. Tahun lalu sudah tidak terserap, jangan sampai tidak terserap lagi,” papar Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Noor Thoha, Rabu (8/8/2018).

Menurut Thohari, SILPA tersebut dapat dialihkan untuk pembiayaan penanggulangan banjir. Mengingat pagu anggaran pada KUA – PPAS (Kebijakan Umum Anggaran – Prioritas Plafon Anggaran Sementara) hanya sebesar Rp89 miliar.

Thohari Aziz Wakil Ketua DPRD Balikpapan – Foto Ferry Cahyanti

“Maka, diubah lagi dan nanti akan dibahas juga di Badan Anggaran,” celetuknya.

Menanggapi hal itu, Wakil Wali Kota Balikpapapan, Rahmad Mas’ud, mengatakan, SILPA itu akan dimanfaatkan untuk persoalan prioritas mulai dari penanggulangan banjir, pendidikan dan kesehatan.

“Bukan hanya banjir, tapi bisa untuk menambah Ruang Kelas Baru karena penerimaan peserta didik setiap tahun selalu bermasalah di daya tampung sekolah,” tandas Rahmad Mas’ud.

Namun demikian, pihaknya menegaskan dalam mengelola keuangan pemerintah perlu kehati-hatian. “Ini pertanggungjawabannya juga luar biasa. Jangan sampai berdampak pada penyalahgunaan atau tidak sesuai dengan peruntukan anggaran,” pungkasnya.

Berdasarkan Nota Penjelasan LKPJ Anggaran Belanja Daerah pada APBD 2017 terdiri atas Belanja Langsung dan Belanja Tidak Langsung. Khusus untuk Belanja Tidak Langsung yang terdiri dari Belanja Pegawai, Belanja Subsidi hingga Belanja Bantuan Keuangan dan Belanja Tidak Terduga ditetapkan Rp707,70 miliar.

“Sampai akhir tahun terealisasi Rp644,34 miliar atau 91,56 persen. Artinya, mengalami penghematan anggaran sebesar Rp59,36 miliar atau 8,44 persen,” sebut Rahmad.

Sementara, Belanja Langsung APBD 2017 setelah perubahan ditetapkan sebesar Rp1,31 triliun dan yang terealisasi Rp1,11 triliun atau 84,68 persen.

Baca Juga
Lihat juga...