Siswa SLB Pawestri Pentaskan Seni Cerminkan Bhinneka Tunggal Ika

Editor: Satmoko Budi Santoso

206

SOLO – Semangat kemerdekaan dalam memperingati HUT ke-73 RI ditunjukkan Sekolah Luar Biasa (SLB) Pawestri, Karanganyar, Solo, Jawa Tengah. Di tengah keterbatasan, puluhan siswa penyandang tuna rungu ini sangat semangat menggelar pentas seni yang menggambarkan Bhinneka Tunggal Ika.

Pentas seni yang diselenggarakan di lingkungan sekolah ini, sepenuhnya dikreasi oleh anak-anak penyandang disabilitas. Kendati demikian, berbagai sentuhan baik kreasi panggung maupun kegiatan tak kalah dengan semangat kegiatan anak-anak pada umumnya.

“Konsep dan kreasi yang ditampilkan semua anak-anak. Para guru hanya mengikuti kemauan para siswa,” ucap salah satu guru kelas, Siska Afri Adistya Putri kepada Cendana News, Kamis (9/8/2018).

Kepsek SLB Pawestri Putut Kus Darwanto saat mewisuda salah satu siswa yang naik ke jenjang berikutnya – Foto Harun Alrosid

Berbagai pentas seni yang dimainkan para siswa SLB Pawestri ini meliputi drumber, lomba melukis dan menggambar serta berbagai pentas menyanyikan lagu berbagai daerah di Indonesia.

Selain pentas seni, sebanyak 61 siswa tuna rungu dilibatkan dalam rangka memperingati HUT ke-73 RI. Ada pula stand penjualan produk unggulan. Produk unggulan hasil kreasi siswa  di antaranya es krim jagung dan kue.

“Selain pameran hasil lukis siswa yang dibuat beberapa hari lalu, hari ini mereka juga menggelar lomba melukis langsung,” lanjut perempuan yang akrab disapa Siska.

Tema Bhineka Tunggal Ika yang digunakan dalam pentas seni anak-anak SLB Pawestri juga menampilkan berbagai tarian dari berbagai daerah di Indonesia. Di antaranya tari ondel-ondel, tari burung, tarian sajojo serta tarian khas papua.

Berbagai tarian dari berbagai daerah ini dipadu dalam satu irama dan dijadikan sebagai sarana pemersatu bangsa.

Meski demikian, menurut Siska, ada kesulitan yang dialami para siswa. Yakni, memadukan antara musik dengan gerak lagu karena mengalami gangguan di indera pendengarannya.

“Mereka kan tuna rungu ya, jadi agak sulit untuk bisa memadukan antara musik pengiring dengan gerakan. Namun, bisa dibantu oleh guru-guru, yakni hanya dengan gerakan tangan anak-anak sudah bisa pentas dengan baik,” imbuhnya.

Kepala Sekolah SLB Pawestri, Putut Kus Darwanto menambahkan, dalam kegiatan yang ditekankan adalah semangat nasionalisme anak-anak. Meski mereka terlahir dengan keterbatasan, namun semangat membangun bangsa sangat besar.

Sebab hampir seluruh rangkaian kegiatan semuanya dipersiapkan para siswa penyandang disabilitas.

Semarak Pentas Seni anak-anak SLB Pawestri Karanganyar dalam rangka memperingati HUT ke 73 RI – Foto Harun Alrosid

“Semangat nasionalis, rasa persaudaraan, kesatuan dan persatuan inilah yang coba kita pupuk melalui kegiatan ini. Diharapkan melalui semangat kemerdekaan ini,  anak-anak dapat mewarnai kemajuan bangsa Indonesia ke depan,” tandasnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.