Sofyan Bashir Jalani Pemeriksaan Tujuh Jam di Gedung KPK

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

303

JAKARTA — Sofyan Bashir menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Gedung KPK Merah Putih, Jalan Kuningan Persada, Kuningan, Jakarta Selatan. Direktur Utama (Dirut) PT. PLN (Persero) ini diperiksa selama tujuh jam terkait kasus dugaan korupsi proyek PLTU Riau 1.

“Tadi pemeriksaan berjalan normal seperti biasa, tidak ada apa-apa,” jelasnya saat ditanya terkait pemeriksaannya di Gedung KPK Jakarta, Selasa (7/8/2018).

Ia enggan melayani pertanyaan wartawan dan memilih untuk segera meninggalkan gedung lembaga anti rasuah tersebut.

Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah menyebutkan, Sofyan Bashir diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi kasus perkara korupsi untuk tersangka Johannes Budi Sutrisno Kotjo (JBK).

Johannes merupakan salah satu pemegang saham terbesar Blackgold Natural Resources Limited, yang merupakan sebuah perusahaan kontraktor yang bergerak dalam bidang pertambangan dan energi.

Sementara itu, KPK juga menetapkan seorang tersangka lainnya, Eni Maulani Saragih (EMS). Wakil Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia yang membidangi masalah energi dan pertambangan ini diduga  menerima suap dari Johannes.

Total uang tunai yang diterima Eni secara keseluruhan mencapai Rp4,8 miliar. Pemberian untuk memuluskan proses penandatanganan kerja sama terkait proyek pembangunan PLTU.

Petugas KPK saat menggelar kegiatan Operasi Tangkap Tangan (OTT) juga berhasil menyita uang tunai sebesar Rp500 juta. Uang tersebut diduga sebagai pemberian keempat yang telah diterima tersangka Eni.

“KPK meyakini bahwa pemberian uang tunai pertama yang telah diterima Eni diduga dilakukan pada Desember 2017 sebesar Rp2 miliar, kemudian pemberian kedua pada Maret 2018 sebesar Rp2 miliar. Sedangkan pemberian ketiga pada 8 Juni 2018 sebesar Rp300 juta,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...