Stok Bantuan Air Bersih Kulonprogo Masih 500 Tanki

162

KULON PROGO – Stok air bersih untuk bantuan bencana kekeringan di Kabupaten Kulonprogo, DIY masih ada 500 tanki. Dengan jumlah tersebut, kebutuhan hingga September mendatang masih bisa dipenuhi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kulon Progo, Ariadi mengatakan, dengan stok air bersih yang ada, pihaknya memilih untuk tidak  mengajukan tambahan anggaran penanganan bencana kekeringan. Terutama untuk distribusi air bersih.

Saat ini di Kulonprogo, anggaran bantuan tidak terduga sebesar Rp153 juta. Dana tersebut masih didukung oleh bantuan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk mengantisipasi becana kekeringan, 1.300 tangki. “Saat ini, masih ada 500 tangki air bersih yang belum didistribusikan kepada masyarakat yang kekurangan air bersih. Kami prediksi ketersediaan air bersih masih mencukupi permintaan masyarakat, jadi kami tidak mengajukan tambahan anggaran,” katanya, Sabtu (25/8/2018).

Ariadi mengatakan, setiap hari BPBD Kulonprogo bekerja sama dengan Dinsos dan Tagana mendistribusikan air bersih, 18 tangki per hari. Kecamatan dengan tingkat permintaan air bersih tinggi yakni, Kalibawang, Samigaluh, Kokap, Girimulyo, Sentolo, dan Nanggulan. “Di Kecamatan Lendah juga mulai dilanda kekeringan, namun masyarakat dapat mencukupi kebutuhan air bersih secara mandiri dengan membeli air dari pihak swasta,” katanya.

Pemkab Kulon Progo telah mengeluarkan Surat Keputusan No.33/A/2018 tentang Tanggap Darurat Kekeringan sejak Sabtu (25/7/2018). Kebijakan status tanggap darurat kekeringan dilatarbelakangi kondisi, 109 dusun di 23 desa saat ini sudah mengalami kekeringan.

Sebanyak 23 desa yang mengalami kekeringan tersebar di delapan kecamatan. Kondisnya mengancam lebih dari 3.000 kepala keluarga (KK). Sejauh ini, warga telah meminta dropping air bersih kepada Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Palang Merah Indonesia, Tim Reaksi Cepat, dan Tagana.

BPBD Kulon Progo telah meminta bantuan dari berbagai sumber, seperti CSR dari PLN dan Pemda DIY, serta BPD DIY. “Pemda DIY memberi 100 tangki, PLN DIY sebanyak 150 tangki dan BPD DIY sebanyak 250 tangki,” rincinya.

Koordinator dropping air Tagana Kulon Progo, Ibnu Wibowo mengatakan, pihaknya masih mempunyai dana untuk melakukan dropping air. Hanya saja permasalahan yang masih mengganjal adalah, keterbatasan armada. Terutama untuk menjangkau daerah yang berada di pelosok ketinggian. “Jadi memang kami jadwalkan satu minggu dua kali ke wilayah Samigaluh, tetapi, setiap kali ke Samigaluh, tidak bisa kembali ke pelosok karena waktunya terbatas,” katanya. (Ant)

Lihat juga...

Isi komentar yuk