Sultan Ingin Yayasan Bakti Jogja Jadi Penghasil Bibit Unggul

Editor: Koko Triarko

290
YOGYAKARTA – Minimnya ketersediaan lahan menjadi kendala utama pengembangan usaha di sektor pertanian di Yogyakarta. Rata-rata petani di Yogyakarta tercatat hanya memiliki lahan sekitar 0,3 hektare. 
“Karena itu, penggunaan bibit unggul menjadi salah satu solusi bagi petani, untuk dapat meningkatkan produktivitas lahan yang ada”, kata Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, saat menghadiri peringatan HUT ke27 Yayasan Bakti Jogja, di komplek Kebun Percontohan, jalan Balai Desa Harjobinangun, Pakem, Sleman, Minggu (5/8/2018).
Dalam kesempatan itu, Sultan yang juga merupakan salah satu pendiri Yayasan Bakti Jogja bersama Presiden kedua RI, HM Soeharto, berharap agar Yayasan Bakti Jogja dapat menghasilkan bibit-bibit unggul bagi petani. Hal itu diperlukan, agar produktivitas lahan milik petani dapat meningkat.
“Tanpa itu (bibit unggul), peningkatan kesejahteraan petani akan sulit terwujud. Saya harap, Yayasan Bakti Jogja dapat berkoordinasi dan bersinergi dengan pemda. Karena kita punya banyak bibit unggul yang bisa digunakan dan dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.
Ketua Umum Yayasan Bakti Jogja, Ir. Sucipto, memotong tumpeng untuk diserahkan kepada Gubernur DIY, dan Bupati Sleman, Sri Purnomo. –Foto: Jatmika H Kusmargana
Sementara itu, ketua penyelenggara acara peringatan, Joko Sidik Pramono, mengatakan, sejak dua tahun terakhir, Yayasan Bakti Jogja mulai mendirikan dan mengembangkan kebun pendidikan, sekaligus kebun percontohan di kawasan Pakem, Sleman. Kebun ini dibangun sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar, yang mayoritas adalah petani.
“Selain mengembangkan bibit-bibit unggul, seperti pisang cavendis, kelengkeng itoh, hingga pepaya hawai, dan sebagainya, kita juga rutin menggelar pelatihan dasar pertanian organik bagi warga sekitar,” katanya.
Sementara dalam acara tersebut, Ketua Umum Yayasan Bakti Jogja, Ir. Sucipto, memotong tumpeng untuk diserahkan kepada Gubernur DIY, dan Bupati Sleman, Sri Purnomo.
Baca Juga
Lihat juga...