Tanggap Darurat Bencana Gempa Lombok Diperpanjang

1.470
Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, -Dok: CDN
JAKARTA – Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan, tanggap darurat gempa Lombok yang berakhir pada Sabtu diperpanjang 14 hari, terhitung sejak Minggu 12 Agustus hingga Minggu 25 Agustus.
“Mempertimbangkan masih banyak masalah dalam penanganan dampak gempa, akhirnya Gubernur Nusa Tenggara Barat memutuskan memperpanjang masa tanggap darurat,” kata Sutopo, melalui pesan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (11/8/2018).
Sutopo mengatakan, kondisi di lapangan masih banyak permasalahan, seperti masih ada korban yang harus dievakuasi, pengungsi yang belum tertangani dengan baik, dan gempa susulan yang masih terus berlangsung dan merusak serta menimbulkan korban jiwa.
Dengan penetapan masa tanggap darurat tersebut, maka akan ada kemudahan akses untuk pengerahan personel, penggunaan sumber daya dan anggaran, pengadaan barang logistik dan peralatan, serta administrasi.
“Dengan perpanjangan masa tanggap darurat, maka penanganan dampak bencana akan lebih cepat,” jelasnya.
Sutopo mengatakan, hingga hari keenam setelah terjadi gempa berkekuatan 7 Skala Richter, masih terdapat beberapa pengungsi yang belum mendapat bantuan, terutama di Kecamatan Gangga, Kayangan dan Pemenang serta beberapa titik di Lombok Barat.
“Permasalahan utama penyaluran bantuan adalah akses jalan menuju lokasi yang rusak. Karena itu, percepatan penyaluran logistik menjadi prioritas saat ini, selain pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi,” katanya.
Menurut Sutopo, kebutuhan yang mendesak adalah tenda, selimut, makanan siap santap, beras, mandi-cuci-kakus portabel, air minum, air bersih, tandon air, pakaian, terpal, alas tidur, alat penerangan dan listrik, layanan kesehatan serta pemulihan trauma. (Ant)
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.