Tanggap Darurat Selesai, Lombok Fokus Pemulihan

Editor: Mahadeva WS

179
Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Rosiadi Sayuti (kanan) bersama jajaran TNI dan BPBD melakukan rapat evaluasi penanganan bencana Lombok - Turmuzi

MATARAM – Masa tanggap darurat penanganan bencana gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat telah berakhir. Pemerintah saat ini fokus pada proses pemulihan, serta upaya membangun kembali permukiman warga, termasuk fasilitas umum yang rusak.

Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, H. Rosiadi Sayuty mengatakan, meski masa tanggap darurat telah berakhir, upaya pemulihan masyarakat, terutama dari sisi psikologis harus tetap dilakukan. “Bencana gempa, tidak saja menimbulkan korban jiwa, dan fisik masyarakat, juga menyisakan trauma mendalam bagi masyarakat lain, termasuk yang selamat dan mengungsi,” kata Rosiadi, Sabtu (25/8/2018).

Dengan kondisi tersebut, diharapkannya, upaya trauma healing, perlu terus dilakukan. Hal itu dibutuhkan, untuk menghilangkan trauma dan ketakutan berlebihan masyarakat terhadap gempa, terutama pada anak-anak. Masih banyak anak yang takut bersekolah, dan orang tua yang masih takut mengantarkan anaknya bersekolah, termasuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Sebagian masyarakat korban gempa sudah mulai kembali ke rumah masing-masing dengan membuat bangunan seadanya dari triplek beratapkan seng, tapi tetap saja masih merasa takut, bahkan masih ada yang berada di lokasi pengungsian,” tandasnya.

Pemerintah akan membangun Rumah Hunian Sementara (RHS), sebagai tempat tinggal sementara menunggu rumah baru dibangun. Hal tersebut, sesuai dengan kondisi dari warga terdampak musibah gempa bumi di NTB.

Jumlah rumah yang mengalami rusak berat sesuai data, saat ini sebanyak 70 ribu. Sehingga jumlah kepala keluarga (KK) yang membutuhkan RHS juga sesuai jumlah tersebut. “Terkait dengan pendidikan, mulai minggu ini kegiatan belajar mengajar sudah mulai aktif, khusus di Kabupaten Lombok Utara, dengan memanfaatkan tenda yang ada di tempat pengungsian masing-masing” katanya.

Dengan pola belajar gabungan, sesuai jenjang kelas yang ada. Kegiatan belajar mengajar tanpa membedakan sekolah asal dari mana. Proses akan berjalan sambil menunggu selesainya pembangunan ruang kelas sementara, yang dibangun di dekat sekolah masing-masing.

Komandan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Darurat Bencana Lombok, Danrem 162/WB, Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, dalam waktu dekat akan segera datang tambahan alat-alat berat dari Mabes TNI. Dengan alat tersebut, proses rekonstruksi pemulihan Lombok bangkit kembali, diharapkan dapat berjalan lebih cepat dari yang ditargetkan.

Dengan demikian, kegiatan perekonomian masyarakat dapat segera bangkit seperti biasa. Proses pembersihan reruntuhan material bangunan perumahan masyarakat sampai saat ini masih terus dilakukan. Termasuk material bangunan fasilitas umum. “Mudah-mudah proses pembersihan material bangunan seger rampung dilakukan, sehingga proses pembangunan kembali bangunan yang rusak bisa cepat dilaksanakan,” tambahnya.

Lihat juga...

Isi komentar yuk