Tencent Perluas Kerja Sama dengan ‘Start Up’ Indonesia

232
Ilustrasi -Dok: CDN
JAKARTA – Penyedia jasa pengiriman pesan instan terpopuler di Cina, Tencent, berniat memperluas bidang kerja sama dengan sejumlah perusahaan di Indonesia.
“Tencent akan memperluas kerja sama dengan start up (perusahaan rintisan) lokal di Indonesia, khususnya bidang pariwisata, teknologi, internet, musik, dan game online,” kata Duta Besar RI untuk Cina, Djauhari Oratmangun, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (11/8/2018).
Didampingi pejabat dari Konsulat RI di Guangzhou dan Konsulat RI di Hong Kong, Dubes bertemu dengan tujuh pimpinan eksekutif Tencent di kantor pusat Tencent di Shenzhen, Provinsi Guangdong, Jumat (10/8).
“Pertemuan kemarin membuka peluang investasi dan kerja sama Tencent dengan perusahaan lokal di Indonesia. Tencent juga akan hadir pada forum bisnis yang akan diselenggarakan KBRI Beijing, dan dalam waktu dekat akan berkunjung ke Jakarta,” kata Djauhari.
Pada 2016, Tencent telah menginvestasikan dana senilai 20,8 miliar dolar AS ke berbagai perusahaan rintisan. Tencent juga telah menanamkan investasi di berbagai perusahaan berbasis daring di Tanah Air, di antaranya GoJek pada Mei 2017 dan investasi JD.Com ke Traveloka.
Sementara pada bulan Juni 2018, Grup Lippo menginvestasikan sejumlah dana Tencent sebagai langkah awal memasuki bisnis digital.
Menurut Dubes, persaingan dua raksasa perusahaan teknologi internet di Asia asal Cina, memberikan keuntungan bagi perusahaan rintisan di Indonesia.
“Karakter konsumen Indonesia yang lebih terbuka dalam menerima teknologi baru, menjadikan Indonesia sebagai target partner dan konsumen oleh para pebisnis digital,” ujarnya.
Karena itu, dia yakin dalam beberapa waktu ke depan, akan muncul beberapa perusahaan rintisan baru di Indonesia.
Berdiri pada 1998, Tencent Holdings merupakan konglomerasi Cina yang memiliki anak perusahaan di bidang jasa teknologi, internet, kecerdasan artifisial, dan investasi domestik dan global.
Memasuki pasar saham pada 2004 dengan valuasi 11 miliar dolar AS, nilai valuasi Tencent sampai dengan Januari 2018 telah mencapai 580 miliar dolar AS, atau melampaui Facebook dan berada sedikit di bawah Amazon.
Beberapa produk Tencent, di antaranya Wechat, JD.com, QQ.com, QQ Mobile, QQ Music, dan JOOX.
Di Cina, Wechat semakin mengakar dengan jumlah pengguna aktif sekitar 1,3 miliar. Selain aplikasi pesan instan, Wechat juga terhubung dengan layanan perbankan dan alat pembayaran elektronik yang sangat populer di daratan Tiongkok, yakni Wechat Pay. (Ant)
Baca Juga
Lihat juga...