Tersangka Buron Umar Ritonga, Terus Dicari KPK

Editor: Satmoko Budi Santoso

155
Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di Gedung KPK Jakarta - Foto Eko Sulestyono

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga saat ini masih berusaha mencari dan menemukan keberadaan tersangka Umar Ritonga yang dinyatakan buron.

Umar dilaporkan berhasil melarikan diri alias kabur saat dirinya hendak ditangkap dan diamankan petugas KPK saat menggelar kegiatan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Umar diduga merupakan orang kepercayaan Pangonal Harahap, mantan Bupati Labuhanbatu, Sumut. KPK secara resmi telah mengirimkan surat ke Mabes POLRI. Nama Umar sudah dimasukkan ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) terhitung sejak tanggal 25 Juli 2018.

Febri mengatakan, tersangka Umar Ritonga hingga saat ini sedang dalam pencarian pihak berwajib. “KPK bekerja sama dengan aparat kepolisian setempat untuk mencari dimana keberadaan yang bersangkutan,” jelasnya di Gedung KPK Jakarta, Rabu (8/8/2018).

Febri menjelaskan bahwa hingga saat ini sejumlah petugas KPK sedang berada di Markas Kepolisian Resort (Mapolres) Labuhanbatu, Sumut. Febri mengimbau agar semua pihak yang  mengetahui keberadaan tersangka Umar diminta segera melaporkan kepada pihak kepolisian terdekat.

Tersangka Umar diduga mengetahui sejumlah aliran dana yang sebagai suap atau gratifikasi yang menjerat Pangonal. Uang tersebut diduga berasal dari seorang pengusaha bernama Effendy Sahputra yang berperan sebagai pihak pemberi suap atau penyuap.

Effendy diduga telah mengeluarkan atau mencairkan cek senilai Rp576 juta dari Bank Pembangunan Daerah (BPD Sumut) di Kota Medan. Uang tersebut kemudian diambil oleh tersangka AT. Selanjutnya, uang tersebut langsung dititipkan kepada seorang oknum petugas bank, tak lama kemudian uangnya diambil Umar Ritonga.

Umar kemudian diketahui datang ke bank tersebut untuk keperluan mengambil uang Rp500 juta yang ditaruh dalam tas plastik. Umar berhasil kabur atau melarikan diri dengan menggunakan mobil saat dirinya akan ditangkap petugas KPK.

Dalam kasus tersebut, penyidik KPK telah menetapkan Pangonal Harahap dan Umar sebagai tersangka pihak penerima suap. Sedangkan tersangka Effendy telah ditetapkan sebagai pihak pemberi suap atau penyuap.

Petugas KPK telah berhasil menemukan mobil jenis SUV Double Cabin Toyota Hilux yang dipergunakan Umar saat melarikan diri. Mobil tersebut ditemukan di tengah perkebunan kelapa sawit dalam keadaan rusak.

Baca Juga
Lihat juga...