Terus Bertambah, Korban Meninggal Gempa Lombok Jadi 105 Orang

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

242
Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB. Foto: M. Hajoran Pulungan

JAKARTA — Hingga hari kedua pencarian korban gempa yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan kekuatan 7 SR terus dilanjutkan. Hingga malam ini, jumlah yang meninggal dunia 105 jiwa dan total korban luka-luka 236 orang.

“Korban terbanyak di Lombok Utara yakni 78 orang, Lombok Barat 26 orang, Lombok Tengah 2 orang, Lombok Timur 3 orang, Kota Mataram 4 orang dan di Provinsi Bali 3 orang,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta saat Konpers, Selasa (7/8/2018).

Menurut Sutopo, hal yang menjadi kendala dalam proses evakuasi korban antara lain listrik yang masih padam di Kabupaten Lombok Utara dan sebagian Lombok Timur. Pemadaman terjadi akibat adanya beberapa infrastruktur jaringan dan gardu yang mengalami kerusakan.

“Selain itu ada lima jembatan rusak, salah satunya yang menghubungkan kecamatan Bayan denga Kayangan, Jembatan Lokok Duren yang menghubungkan Kayangan dengan Gangga, Jembatan Luk, Jembatan Sokong yang mengalami kerusakan pada balok induk sepanjang 15 cm dan Jembatan Lokok Tampes,” papar Sutopo.

Bukan hanya itu, lanjut Sutopo belum ada sumber air untuk MCK. Di Desa Obel-obel Lombok Timur, mata air dan sumur menjadi kering pasca Gempabumi. Air PDAM menjadi keruh dan beberapa sumur bor berwarna kecokelatan. Kegiatan perekonomian masih lumpuh total dan masyarakat masih mengandalkan bantuan untuk urusan logistik.

“Layanan komunikasi sempat terganggu seperti Telkomsel sempat terputus di Lombok Utara, XL juga melakukan pemulihan jaringan di Lombok Utara. Indosat yang masih dapat diakses dalam keadaan aman,” ujarnya.

Upaya Pemerintah hingga saat ini adalah BNPB terus memberikan pendampingan intensif untuk penanganan darurat bersama tim gabungan, relawan dan lainnya.

“Upaya Pemerintah dengan Tim Gabungan TNI membuka Posko di Gedung Suma 4, VIP Room Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur guna memfasilitasi penyalurkan bantuan bagi korban gempa. Mengirimkan sebanyak 387 prajurit terdiri dari 82 personel Yonkes Divisi 2 Kostrad, 100 personel Yonkes Marinir, 100 personel Yon Paskhas, 100 personel Yonzipur 10 Kostrad dan 5 personel Komlek,” ungkapnya.

Selain itu, Tim Gabungan mengerahkan tiga KRI, yakni dr Soeharso-990, Karel Satsuit Tubun-356 dan Kakap-811.

“KRI dr Soeharso-990 merupakan kapal rumah sakit TNI AL yang dilengkapi banyak fasilitas penunjang kesehatan untuk membantu para korban bencana gempa di Lombok,” ujarnya.

Sementara itu, kata Sutopo, Pemerintah Daerah NTB memperpanjang penetapan status “Keadaan Tanggap Darurat” Bencana Alam Gempa Bumi di Pulau Lombok hingga tanggal 11 Agustus 2018.

Selain itu, Gubernur NTB menginstruksikan seluruh sekolah di Lombok Utara, Lombok Timur, Mataram, Lombok Barat dan Lombok Tengah untuk libur pada hari ini. Hal ini dimaksudkan agar pihak berwenang mengecek keamanan bangunan sekolah.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.