Tiga Kota di Kaltim Resmi Salurkan BPNT

Editor: Satmoko Budi Santoso

141

BALIKPAPAN – Tiga kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Timur hari ini (8/8) resmi melaksanakan program penyaluran Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT). Secara simbolis dilaksanakan di Kota Balikpapan dengan meresmikan e-warong (elektronik warung gotong royong) Berkah Sejahtera untuk melayani Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di kawasan Kelurahan Gunung Sari.

Ketiga kota itu yaitu Balikpapan, Samarinda, Bontang, sementara Kabupaten Kutai Kartanegara akan menyalurkan BPNT pada bulan Oktober 2018, diikuti oleh penyaluran di Kota/Kabupaten lainnya di Kalimantan Timur pada tahun 2019.

Program BPNT diluncurkan sebagai upaya untuk menyalurkan bantuan pangan, yang selama ini melalui program Raskin, agar prinsip 6T (tepat waktu, tepat jumlah, tepat sasaran, tepat harga, tepat kualitas, & tepat administrasi) dapat terpenuhi.

Sedangkan jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang menerima BNPT di Provinsi Kalimantan Timur adalah sebanyak 64.432 KPM, yang terdiri dari Kota Samarinda sebanyak 17.574 KPM, Kota Bontang sebanyak 5.725 KPM, Kabupaten Kutai Kartanegara sebanyak 31.570 KPM, dan Kota Balikpapan sebanyak 9.563 KPM.

“Program ini untuk mempermudah masyarakat khususnya bagi penerima manfaat melalui e-warong yang telah disediakan,” kata Hertati, Perwakilan Dinas Sosial Kalimantan Timur, Rabu (8/8/2018).

Sebelum penyaluran berjalan, lanjutnya, simulasi juga telah dilaksanakan melalui kartu keluarga sejahtera. “Harapan layanan e-warong dapat terus bertambah sesuai dengan jumlah penerima manfaat,” harapnya.

Kartu yang digunakan KPM tersebut dapat digunakan untuk menebus beras dan telur di e-warong  yang merupakan agen perbankan anggota Himbara maupun e-warong kube yang dibentuk oleh Kementerian Sosial sesuai harga yang berlaku, dengan besaran Rp110.000,00/Keluarga Penerima Manfaat/bulan.

Asisten Bidang Pemerintahan Pemprov Kaltim, Syabani, mengatakan, di e-warong ini tidak dapat belanja komoditi lainnya. Penambahan e-warong tergantung jumlah penerimaan manfaat.

“Tidak bisa belanja lain dari dua komoditi itu. Baru tiga kota ya untuk Kaltim, tapi nanti September Kabupaten Kukar sudah siap. Bertahap sampai tahun 2019 ke depan,” imbuhnya.

Sementara itu, Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi, menambahkan, di Balikpapan terdapat 12 e-warong dan rencananya akan terus bertambah hingga 50 unit.

“Nanti kita koordinasi dengan kelurahan dan kecamatan untuk penambahan e-warong untuk mempermudah penerima manfaat,” tukas Rizal.

Ia juga mengharapkan komoditi yang dijual tidak hanya telur dan beras, namun juga ada susu dan ikan untuk meningkatkan gizi masyarakat.

“Harapannya, nilai bertambah, juga ada komoditi susu dan ikan. Jadi ada peningkatan gizi,” tambahnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.