Tim Bola Voli Pantai Putri Tundukkan Kazakhstan

421

PALEMBANG — Hujan yang turun saat tim bola voli pantai putri Indonesia melawan Kazakhstan berpengaruh bagi tuan rumah dalam meraih kemenangan pada ajang Asian Games 2018 di Arena Jakabaring Sport City Palembang, Sumatera Selatan, Senin (27/8/2018).

“Tadi, hujan angin otomatis berpengaruh banget buat kami soalnya angin cukup besar ditambah hujan, jadi air hujan masuk ke mata,” kata tim bola voli pantai putri Indonesia, Dhita Juliana yang didampingi Putu Dini Jasita Utami usai mengalahkan Kazakhstan.

Menurutnya, karena hujan jadi mainnya agak tidak safety. Tadi masing-masing tim fokusnya ke satu titik bola, karena kalau berkedip saja bolanya sudah kemana.

Ia mengaku, semalam sudah dibahas strategi dari pelatih. “Kami bermain secara tim, tidak sendiri-sendiri. Event yang sangat bagus dari rekan saya semua bola bisa dia baca sehingga bisa mengumpulkan angka,” ujarnya.

Ia menuturkan, tadi bermain semaksimal mungkin. Menang atau kalah belakangan, yang penting menampilkan yang terbaik untuk masyarakat Indonesia yang sudah mendukung dan mendoakan.

“Jadi, 100 persen pelatih memberi strategi dan kami mengikutinya,” katanya.

Sementara itu, pelatih tim voli pantai putri Indonesia di ajang Asian Games, Agus Salim menyatakan, ini mungkin sejarah buat Indonesia, karena bisa meraih medali perunggu pada Asian Games.

Ia menilai, kondisi angin besar yang terjadi pada saat pertandingan justru membantu timnya. Ia menuturkan, kalau anak asuhnya tersebut dikondisikan ahli angin, karena angin besar menyulitkan pasangan Kazakhstan untuk tampil maksimal.

“Di Lombok pasangan duet Dhita Juliana/Putu Dini Jasita Utami ini bermain di pantai. Ini juga untuk menghadapi tim-tim besar,” katanya.

Pasangan Dhita Juliana/Putu Dini Jasita Utami berhasil meraih medali perunggu setelah mengalahkan Kazakhstan dua set langsung, 21-11 dan 21-10. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...