Tim Gabungan Terus Berupaya Padamkan Karhutla di Singkawang

1.413
Karhutla, ilustrasi -Dok. CDN
PONTIANAK – Tim gabungan yang terdiri dari Manggala Agni, BPBD, TNI, Polri dan masyarakat, terus berupaya memadamkan kebakaran lahan yang terjadi di Kelurahan Pangmilang, Kecamatan Singkawang Selatan, Kalimantan Barat, Minggu (12/8/2018).
“Kami masih berupaya untuk melakukan pemadaman,” kata Kepala Daerah Operasi Manggala Agni Singkawang, Yuyu Wahyudin, di Singkawnag, Minggu.
Ia mengatakan, kebakaran lahan gambut awalnya terjadi di dua lokasi sejak Sabtu (11/8), yakni di Kelurahan Pangmilang, dan semakin meluas hingga 8 hektare, sementara di Kelurahan Pajintan meluas hingga 7 hektare.
“Dari delapan hektare yang terbakar di Pangmilang, tim gabungan hingga kini baru berhasil memadamkan api sekitar 1,5 hektare. Sisanya masih dalam upaya pemadaman. Sementara di Kelurahan Panjintan, api sudah berhasil kami padamkan,” ujarnya.
Beberapa peralatan yang digunakan untuk pemadaman kebakaran lahan di Kelurahan Pangmilang, antara lain satu unit mobil patroli, satu unit mobil slip-on tangki, dua unit kendaraan roda dua VIAR, dua unit mesin Max3, dua unit selang pengantar, dan dua buah selang hisap, tiga buah Nozzel Max3, dan satu buah Nozzel bujur.
Dia berharap, kebakaran lahan di Kelurahan Pangmilang dapat segera diatasi, sehingga tidak menimbulkan dampak yang pada akhirnya dapat merugikan masyarakat.
Kebakaran lahan terus terjadi di Kota Singkawang, bahkan hampir terjadi setiap hari saat musim kemarau sekarang ini. Misalnya, di Kelurahan Bukit Batu, Kecamatan Singkawang Tengah.
“Lahan yang terbakar merupakan lahan gambut yang ditanami tumbuhan pakis, akasia dan resam,” kata Yuyu.
Menurutnya, lahan yang terbakar merupakan milik masyarakat, yang belum diketahui dari mana asal sumber api tersebut. “Lamanya pemadaman memerlukan waktu sekitar enam jam lebih. Mengingat lahan yang terbakar juga cukup luas sekitar enam hektare,” ujarnya.
Sementara peralatan yang digunakan untuk pemadaman, antara lain, empat buah Jetsoter, satu buah kepyok dan satu buah garu pacul.
“Alhamdulillah, kebakaran lahan dapat dipadamkan pada Sabtu hingga pukul 21.30 WIB,” ungkapnya.
Salah satu saksi, Prayitno, mengatakan, titik api mulai terlihat sekitar pukul 15.00 WIB. Api, katanya, sangat cepat membesar, karena angin cukup kencang.
Menurutnya, kebakaran lahan di lokasi tersebut baru pertama kalinya terjadi. “Sebelumnya, tidak pernah. Kali ini intensitas kebakaran cukup besar,” ujarnya. (Ant)
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.