Titiek Soeharto Ajak Kader Berkarya Kejar Parliamentary Threshold

Editor: Mahadeva WS

918

YOGYAKARTA – Kader Partai Berkarya diajak Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, mengejar capaian target ambang batas parlemen atau Parliamentary threshold empat persen.

Capaian ambang batas di Pemilihan Umum Legislatif 2019 mendatang tersebut, dibutuhkan agar Partai Berkarya bisa ikut mendelegasikan kadernya ke DPR RI. “Target kita yang penting lolos empat persen (parliamentary threshold) dan mendapat 25 kursi. Insya Allah lolos,” ujar Titiek Soeharto, disela acara Silaturahmi dan Konsolidasi di DPD Partai Berkarya Kabupaten Sleman, Kamis (30/8/2018).

Titiek Soeharto menyebut, untuk mencapai ambang batas dibuthkan sebuah perjuangan berat. Karena itu setiap pengurus maupun kader, tidak boleh berhenti bekerja keras memajukan dan membangun Partai Berkarya. “Setelah melalui perjuangan berat lolos sebagai peserta pemilu, ada perjuangan yang lebih berat lagi. Yakni lolos parliamentary threshold. Karena dengan lolos, kita bisa ikut berperan untuk membenahi kondisi bangsa ini. Jika tidak (lolos), kita hanya jadi penonton. Tidak bisa bikin apa-apa,” jelasnya lebih lanjut kepada kader Partai Berkarya.

Titiek Soeharto – Foto Jatmika H Kusmargana

Seusai melantik dan mengukuhkan pengurus partai Berkarya tingkat kecamatan se Kabupaten Sleman, Titiek Soeharto meminta seluruh pengurus membentuk pengurus di tingkat desa dan dilanjutkan di tingkat padukuhan. Bahkan juga berharap agar di setiap TPS, Partai Berkarya bisa menempatkan kadernya. “Kalau bisa, harus ada kader di tiap TPS. Jika di DIY ini ada sebanyak 11.761 TPS, maka Partai Berkarya minimal harus miliki kader sebanyak 11.761 orang di DIY,” katanya.

Selain harus cukup dari sisi jumlah, Titiek Soeharto menekankan, setiap kader yang dipilih harus memiliki kualitas yang bagus. Hal itu diperlukan untuk meningkatkan tingkat keterpilihan calon legislatif di semua tingkatan wilayah pemilihan yang ada.  “Jumlah saja belum cukup, diperlukan kader yang berkualitas. Karena keterpilihan caleg pada semua tingkatan, akan sangat tergantung pada kamampuan kader dalam menyerap aspirasi dan kehendak masyarakat di tiap daerah,” pungkasnya.

Lihat juga...

Isi komentar yuk