Tompeyan, Kampung Ekowisata di Tengah Kota Yogya

Editor: Koko Triarko

1.939
YOGYAKARTA – Sepintas, Kampung Tompeyan di Kecamatan Tegalrejo, Kota Yogyakarta, tak ubahnya seperti kampung di tengah kawasan perkotaan pada umumnya. Pemukiman rumah warga yang padat, serta lorong-lorong gang kampung yang sempit, menjadi hal jamak yang biasa dijumpai di kampung sisi utara Kota Yogyakarta ini. 
Namun, Kampung Tompeyan ini telah bermetaformosa dengan ciri khasnya tersendiri. Sejak dua tahun terakhir, pemandangan di setiap sudut kampung Tompeyan, jauh berbeda dari biasanya. Gang-gang kampung yang sebelumnya sesak, kini nampak lebih bersih, tertata, hijau dan asri.
Sejumlah kebun dengan aneka macam jenis sayuran hijau, nampak berdiri di beberapa sudut kampung. Pekarangan kumuh penuh sampah, mulai tak terlihat lagi.
Penggerak sekaligus Ketua Kelompok Tani Perkotaan Sidodadi Tompeyan Tegalrejo, Eka Yulianto. Foto: Jatmika H Kusmargana
Gang-gang sempit, dan teras-teras rumah warga kini juga terlihat dipenuhi aneka tanaman hijau, dengan buah sayur yang siap dikonsumsi. Selain ditanam di pot-pot dan polybag, aneka tanaman itu juga terlihat digantung dengan memanfaatkan botol-botol bekas yang tak terpakai.
“Kita memiliki lima kebun sayur dan tanaman obat. Tersebar di tiga wilayah RW kampung ini. Selain itu, 60 persen lebih warga kampung ini juga sudah memiliki kebun sendiri di pekarangan rumah masing-masing,” ujar penggerak sekaligus Ketua Kelompok Tani Perkotaan Sidodadi Tompeyan Tegalrejo, Eka Yulianto.
Selain memiliki hampir semua jenis tanaman sayur konsumsi seperti cabai, sawi, slada, kangkung, terong, tomat, dan sebagainya, Kampung Tompeyan juga memiliki berbagai macam jenis tanaman obat herbal yang ditanam di kebun, maupun pekarangan sempit rumah warga. Bahkan, tercatat ada sekitar 284 jenis tanaman obat yang ditanam di kampung ini.
“Semua tanaman obat itu kita data, dan kita buat jadi buku. Lengkap dengan khasiat masing-masing. Total sudah ada 284 jenis tanaman obat yang kita tanam. Salah satunya tanaman langka Widoro Upas, yang berkhasiat mengobati penyakit menular mematikan seperti AIDS,” katanya.
Dengan gerakan penghijauan yang dilakukan, kampung Tompeyan pun mampu meraih berbagai prestasi. Mulai dari menjadi juara kampung hijau tingkat Kecamatan, juara kampung Hatinya PKK tingkat kabupaten dan provinsi, hingga juara kampung Asman Toga tingkat kota dan provinsi. Hebatnya lagi, semua prestasi itu diraih dalam waktu relatif singkat, yakni 2017-2018.
Tak heran, jika kampung Tompeyan, kini menjadi salah satu rujukan sebagai kampung yang berhasil memberdayakan hampir seluruh warganya. Baik itu dalam mewujudkan kampung hijau, kampung sehat hingga kampung produktif dan inovatif di Yogyakarta. Sehingga tak sedikit, warga asal sejumlah wilayah di Indonesia, sengaja datang untuk belajar ke kampung ini.
Tak hanya itu saja, kini Kampung Tompeyan, juga telah menjadi salah satu rintisan kampung wisata di kota Yogyakarta. Yakni, dengan konsep berbasis ekowisata.
Selain menawarkan suasana kampung yang hijau dan asri dengan segala aktivitasnya, pengunjung yang datang ke kampung Tompeyan juga dapat belajar mengenai berbagai macam tanaman. Termasuk juga dalam mengelola kebersihan dan lingkungan sekitar.
“Selain tamu pejabat pemerintah maupun anggota PKK dari luar daerah seperti Sumatera, Sulawesi, hingga NTB, kita juga banyak dikunjungi sejumlah anak-anak sekolah, baik SD, SMP hingga mahasiswa yang ingin belajar,” katanya.
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.