Trump Batalkan Rencana Kunjungan Pompeo ke Korut

141
President Donald J. Trump - Dokumentasi CDN

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengatakan, telah membatalkan rencana kunjungan Menteri Luar Negeri, Mike Pompeo, ke Korea Utara. Trump menyatakan, kemajuan ke arah tujuan AS untuk denuklirisasi di semenanjung Korea prosesnya terlalu lamban.

“Saya telah meminta Menteri Luar Negeri, Mike Pompeo, tidak pergi ke Korea Utara pada saat ini, karena saya merasa kami belum membuat cukup kemajuan terkait dengan denuklirisasi Semenanjung Korea,” kata Trump, Sabtu (15/8/2018).

Sebelumnya, Menlu Pompeo menunjuk petinggi Ford Motor Co, Stephen Biegun, sebagai utusan khusus AS untuk Korea Utara. Dalam kesempatan tersebut Dia mengatakan, keduanya akan berkunjung ke Korut pada pekan depan. Kunjungan itu bertujuan membujuk Korea Utara, agar menghentikan program persenjataan nuklirnya.

“Steve akan mengarahkan kebijakan AS menyangkut Korea Utara, dan memimpin upaya kami mencapai tujuan Presiden Trump, bahwa Korea Utara akan menghapus senjata nuklir seperti yang disetujui Kim Jong-un. Saya dan dia akan berkunjung ke Korea Utara pada pekan depan untuk membuat kemajuan diplomatik lebih lanjut guna mencapai tujuan kami,” kata Pompeo di Departemen Luar Negeri AS.

Kunjungan Pompeo pekan depan, akan menjadi lawatan keempatnya di tahun ini. Hal itu dilakukan sebagai misi membujuk Korut, menghentikan program senjata nuklir, yang mengancam Amerika Serikat. Kunjungan itu juga akan menjadi yang kedua kali, sejak pertemuan puncak terjadi antara Presiden AS Donald Trump dan Kim.

Mengenai keadaan menyangkut Korut, Biegun mengatakan, masalah tersebut sangat sulit, dan akan susah sekali untuk diselesaikan. Namun, Biegun menambahkan, Trump telah membuka jalan dan kesempatan. Dan hal itu harus ditangkap, guna memastikan Korea Utara akan menikmati masa depan yang damai.

Biegun, menjabat sebagai wakil presiden Ford Motor Co. urusan pemerintah internasional selama 14 tahun. Perusahaan itu mengumumkan, Biegun sudah pensiun. Sebelum bergabung dengan Ford, Biegun pernah menjabat sebagai penasihat keamanan nasional bagi Pemimpin Mayoritas Senat Republik, Bill Frist.

Sebelum itu, ia bekerja di Gedung Putih dari 2001 hingga 2003 pada masa kepemimpinan George W. Bush sebagai Sekretaris Eksekutif Dewan Keamanan Nasional. Ia juga pernah menjadi anggota staf senior penasihat keamanan nasional Bush, Condoleeza Rice. Namanya beredar di awal tahun ini, di antara daftar calon pengganti penasehat keamanan nasional Trump, H.R. McMaster, yang pada akhirnya dipegang John Bolton. (Ant)

Lihat juga...

Isi komentar yuk