Ulang Tahun, Mamiek Soeharto Tanam 23 Jenis Durian di TBM

Editor: Mahadeva WS

307

BOGOR – Memperingati hari ulang tahun Direktur Utama PT. Mekarsari Unggul Sari, Siti Hutami Endang Adiningsih,  Taman Buah Mekarsari (TBM) menanam 23 varietas durian. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pelestarian tanaman asli Indonesia tersebut. 

Salah satu yang ditanam adalah varietas, Tong Medaye, yang berasal dari Desa Peresak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Varietas ini merupakan salah satu yang terbaik. “23 varietas bibit durian yang ditanam ini, diharapkan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, serta akan menjadi komoditi unggulan Taman Buah Mekarsari, disamping komoditi unggulan lain yang sudah ada. Dapat bermanfaat tidak saja bagi Mekarsari, tapi untuk seluruh masyarakat Indonesia,” kata Siti Hutami Endang Adiningsih yang juga dikenal dengan Mamiek Soeharto, saat penanaman di Taman Buah Mekarsari.

Marketing Communication Taman Buah Mekarsari, Firman Setiawan menjelaskan, Tong Medaye adalah jenis Durian yang tumbuh baik di ketinggian 400-600 meter dari permukaan laut (mdpl).  Warna buah durian Tong Medaye, kuning menyala dan memiliki duri kecil yang jarang.

Daging buah Durian Tong Medaye bertekstur halus, lembut, berdaging tebal dan kering, serta memiliki rasa legit yang bisa dirasakan dilidah. “Durian Tong Medaye merupakan varietas durian yang menjadi nilai komersial tinggi di Kabupaten Lombok Barat, namun varietas tanaman ini belum banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia,” kata Firman,  Kamis (30/8/2018).

Sejak berdiri di 1995, Taman Buah Mekarsari menjadi pusat pelestarian plasma nutfah, tanaman buah tropis. Kini Taman Buah Mekarsari, berkembang menjadi pusat pengembangan tanaman asli Indonesia.

Firman menyatakan pengembangan tanaman khususnya buah, dilakukan dengan melakukan penelitian di laboratorium Taman Buah Mekarsari, dan menjalin kerja sama intensif dengan berbagai instansi terkait. “Saat ini sudah ada sekitar 1.700 jenis buah, baik asli Indonesia maupun tanaman introduksi yang berasal dari luar negeri,” kata Firman.

Usaha pelestarian dan pengembangan yang dilakukan dihadirkan, dalam berbagai bentuk kegiatan wisata agro yang dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat, dari berbagai usia dan tingkatan. Kegiatannya seperti, wisata menanam, bertani, wisata sains, sampai dengan pameran dan festival, yang menampilkan keanekaragaman kekayaan hayati Indonesia, yang unik dan bermanfaat bagi kehidupan.

“Ini merupakan bentuk tanggung jawab dan kepedulian Taman Buah Mekarsari dalam memberikan pendidikan, Cinta Tanaman, Buah dan Lingkungan kepada masyarakat, anak-anak dan generasi muda pada khususnya,” tambah Firman.

Selain berperan melestarikan tanaman, keberadaan Taman Buah Mekarsari berperan penting sebagai daerah hijau, dan paru-paru kota. Keberadaanya mampu mempertahankan daya dukung resapan air untuk daerah Jakarta dan sekitarnya. Selain itu, keberadaan ribuan tanaman di Taman Buah Mekarsari, berfungsi sebagai penghasil oksigen ditengah lautan pemukiman di daerah Cileungsi Bogor.

Lihat juga...

Isi komentar yuk