Warga Ambon Keluhkan Pelayanan Air Bersih

140
Ilustrasi -Dok: CDN
AMBON – Ratusan pelanggan air bersih mengeluhkan sistem pelayanan oleh pihak PT. DSA yang sudah berhari-hari tidak melayani kebutuhan air bersih para warga di wilayah Kecamatan Sirimau (Kota Ambon).
“Tidak lancarnya pelayanan air bersih bukan baru terjadi hari ini, tetapi sudah seringkali, dan kami selalu mendatangi kantor DSA memprotes mereka ketika persediaan air di rumah sudah habis,” kata salah satu warga, Neksen Maitimu, di Ambon, Sabtu (4/8/2018).
Menurut dia, PT. DSA sudah empat hari tidak menyalurkan air ke pelanggan di kawasan Karangpanjang dan Belakang Soya, Kecamatan Sirimau (Kota Ambon) karena alasan terjadinya kerusakan mesin pemompa air.
“Bulan lalu kami mendatangi kantor DSA dan melakukan protes, mereka langsung menyalurkan air pada malam hari selama dua jam, tetapi sekarang justru tidak ada pelayanan, karena alasan klasik, yaitu kerusakan pompa, padahal pembayaran rekening air mencapai ratusan ribu rupiah setiap bulan lancar, tetapi pelayanan tidak maksimal,” ujarnya.
Warga Karangpanjang lainnya, Fredy Maalete, juga mengaku telah mendatangi kantor DSA hari ini mempertanyakan macetnya penyaluran air ke pelanggan selama empat hari.
“Mereka mengaku terjadi kerusakan pompa dan sementara diperbaiki, sehingga diharapkan hari ini bisa melayani para pelanggan,” ujarnya.
Ketika mendatangi kantor DSA, Fredy juga mendapati ada sejumlah warga lain, terutama para ibu rumah tangga, yang memprotes pegawai DSA, karena mereka juga sudah berhari-hari tidak mendapatkan pelayanan air bersih.
Warga mengeluh dan mendatangi kantor DSA, sebab persediaan air di rumah mereka sudah menipis, bahkan sudah habis akibat tangki-tangki penampungan maupun bak mandi dalam keadaan kosong.
PT DSA melayani pelanggan air bersih di Kecamatan Sirimau mencapai belasan ribu pelanggan, dan terbanyak di kawasan IAIN, Kebun Cengkeh, hingga Tantui dengan menggunakan sumur-sumur bor, namun kerusakan mesin pompa setiap saat mengakibatkan banyak pelanggan berhari-hari tidak mendapatkan jatah air bersih.
Akibat tidak mendapatkan jatah air bersih dari DSA, banyak warga yang terpaksa memesan air dari mobil-mobil tangki penjual air, seperti keluarga Edy Rasam dan beberapa warga lainnya di Kelurahan Karangpanjang, sehingga terlihat lebih dari sepuluh mobil tangki air yang mondar-mandir. (Ant)
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.