Warga di Lombok Takut Masuk Rumah Pascagempa

Editor: Koko Triarko

231
LOMBOK – Gempa bumi berkekuatan 7,0 skala richter yang mengguncang Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyebabkan sejumlah rumah, ambruk, dan warga tak berani masuk ke rumah.
“Gempanya tadi besar sekali, membuat warga panik. Kita berdiri saja sampai rebah, suara tembok rumah yang ambruk juga sangat keras suaranya”, kata Adi, warga Desa Banyuurip, yang rumahnya ambruk, Minggu (5/8/2018) malam.
Meski rumahnya ambruk, ia mengaku beruntung, karena semua warga masih terjaga, sehingga bisa cepat keluar berlari meninggalkan rumah saat gempa besar berlangsung.
Dikatakan, sejak gempa pertama kali berlangsung, sampai sekarang sudah tiga kali gempa susulan terjadi, meski kekuatannya tidak sebesar gempa pertama, tapi membuat warga tidak berani masuk rumah.
Lilik, ibu rumah tangga lainnya mengaku, ketika gempa  datang, dirinya sedang tidur sambil menyusui anaknya dan dengan cekatan membawa anaknya berlari keluar rumah.
Tembok dalam rumahnya sebagian ambruk, sesaat setelah keluar menuju halaman rumah dan berkumpul bersama warga lain yang ikut berhamburan keluar rumah.
Pantauan Cendana News, sampai saat ini sebagian warga masih tetap bertahan di luar rumah. Ada yang membuat tenda kecil di halaman rumah, dan ada lagi yang membuat kemah di tengah sawah dekat rumah.
Baca Juga
Lihat juga...