Warga Inginkan Pemerintah Selesaikan Konflik Embung Julantoro

Editor: Satmoko Budi Santoso

150

YOGYAKARTA – Warga menginginkan pemerintah secepatnya dapat mengatur pengelolaan Embung Julantoro, di Desa Panggungharjo, Sewon, Bantul, secara profesional, guna menghidupkan ekonomi masyarakat di sekitar lingkungan embung.

Pasalnya, meski telah selesai dibangun sejak tahun 2017 lalu, pemanfaatan embung Julantoro, hingga saat ini masih belum maksimal. Meskipun potensi embung sebagai kawasan konservasi sekaligus lokasi pariwisata berbasis ekowisata sebenarnya sangat besar.

“Sebenarnya sudah ada Pokdawis dari warga Desa Karangnongko yang mengelola embung ini. Namun, saat ini tidak jalan, karena ada konflik dengan warga dari desa lain di sekitar embung. Sementara, pemerintah desa sendiri belum berani ikut terlibat karena secara pengelolaan belum diserahkan oleh pemerintah provinsi,” ujar salah seorang warga Budi Saroyo (63).

Salah seorang warga Budi Saroyo – Foto Jatmika H Kusmargana

Budi menjelaskan, awal mula konflik pengelolaan itu sendiri bermula saat pemerintah desa menawarkan pada warga untuk mengelola embung dengan membentuk Pokdawis. Namun, saat itu belum ada warga yang sanggup. Sebelum akhirnya warga Desa Karangnongko berinisiatif membuat Pokdawis dan mulai mengelola embung.

“Setelah Pokdawis jalan dan mulai mendapatkan pemasukan, ternyata warga dari dua desa lain mempertanyakan kenapa mereka tidak dilibatkan. Apalagi setelah ada peristiwa dua orang anak yang meninggal akibat tenggelam di embung. Akhirnya, sampai saat ini pengelolaan embung mandeg,” katanya.

Warga sendiri berharap agar pemerintah Desa Panggungharjo dapat segera turun tangan untuk menyelesaikan konflik kepengurusan pengelolaan embung agar potensi wisata embung Julantoro dapat dimaksimalkan.

Pasalnya, dengan hidupnya wisata di embung tersebut, warga dapat mendapatkan pemasukan dari sisi ekonomi, baik dengan membuka tempat parkir, berjualan kuliner, dan sebagainya.

Pemerintah Desa Panggungharjo sendiri telah memiliki rencana untuk mengelola embung Julantoro, meski sampai saat ini belum diserahterimakan pemerintah provinsi. Selain akan dimanfaatkan sebagai kawasan konservasi, embung Julangtoro juga akan difungsikan sebagai objek wisata berbasis ekowisata.

“Rencana ke depan akan kita manfaatkan sebagai tempat wisata. Bekerja sama dengan pihak ketiga. Seperti halnya pengelolaan Kampung Mataraman yang lebih dulu ada di Desa Panggungharjo. Nanti kita juga akan libatkan masyarakat sekitar,” kata Kaur Umum Pemerintahan Desa Pendowoharjo, Kuat Sejati.

Kuat mengungkapkan, di sekitar embung akan dibuat semacam pasar yang menjual berbagai macam kuliner khas. Selain menawarkan suasana embung, wisatawan juga dapat menikmati sajian kuliner yang dijual warga sekitar.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.