Warga: Mudah-mudahan Nasi Bungkus ini Dapat Meringankan Beban Korban Gempa

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

163

LOMBOK — Beragam cara dilakukan masyarakat untuk membantu meringankan beban masyarakat Kabupaten Lombok Utara dan Kabupaten Lombok Timur. Terutama yang menjadi korban gempa bumi yang hingga saat ini masih berada di lokasi pengungsian.

Mulai dari menggalang dana di sepanjang perempatan jalan dan lampu pemberhentian, hingga mengajak warga lain di satu dusun atau desa, mengumpulkan pakaian layak pakai. Tidak ketinggalan membuat nasi bungkus untuk dibagikan kepada masyarakat korban gempa.

Surti, warga Desa Banyu Urip, Kabupaten Lombok Tengah mengaku bahagia dapat ikut berkontribusi membantu meringankan beban korban gempa, meski hanya berupa nasi bungkus, dengan lauk seadanya.

“Karena hanya itu yang mampu dan bisa kami berikan bersama warga lain,” kata Surti di lokasi pengungsian Desa Santong Lombok Utara, Kamis (9/8/2018).

Ia mengaku, inisiatif membuat nasi bungkus muncul setelah dirinya bersama warga lain Desa Banyu Urip menyaksikan kesusahan dialami warga di lokasi pengungsian, melalui media televisi.

Sewaktu menonton di televisi, Surti menyaksikan langsung bagaimana gempa telah menghancurkan dan meluluhlantakkan rumah milik warga. Selain membuat warga terpaksa mengungsi, juga memakan korban jiwa.

“Kalau melihat di televisi, kasihan sekali saudara kita di Lombok Utara, makanya saya berinisiatif mengajak setiap ibu rumah tangga menyumbang lima atau lebih nasi bungkus, untuk dibagikan kepada masyarakat korban gempa,” tambahnya.

Darmawan, warga lain mengatakan, selain makanan berupa nasi bungkus, dirinya bersama warga lain juga mengumpulkan pakaian layak pakai, baik pakaian anak – anak, dewasa hingga orang tua untuk dibagikan kepada warga.

Menurutnya apa yang dilakukan dirinya bersama warga lain, murni karena rasa empati dan prihatin terhadap kesusahan dialami masyarakat Lombok Utara dan Lombok Timur, yang menjadi korban gempa.

“Kalau dihitung secara nilai, dibandingkan sumbangan dari masyarakat lain atau dari pengusaha dan pejabat, nilai bantuan yang kita berikan tidak seberapa.Tapi hanya ini yang bisa kita berikan, sebagai bentuk kepedulian,” katanya.

Syamsudin, salah satu warga korban gempa mengaku bahagia bisa mendapatkan bantuan dari berbagai daerah di NTB. Hal tersebut sangat membantu memenuhi kebutuhan logistik warga selama di lokasi pengungsian.

Diakuinya, selama ini logistik berupa makanan, pakaian, minuman termasuk beberapa kebutuhan lain, banyak didapatkan dari kelompok masyarakat yang secara sukarela datang ke lokasi pengungsian memberikan bantuan.

Baca Juga
Lihat juga...