Warga Sanjang Mencari Air Hingga ke Sembalun

199

MATARAM – Warga Dusun Sanjang, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) terpaksa harus mencari air ke Dusun Sembalun Bumbung. Hal itu dilakukan, setelah sumber air di Propok atau pendakian ke Gunung Rinjani di Torean, tertutup longsoran.

Jarak antara Dusun Sanjang ke Sembalun Lawang, tercatat cukup jauh. Perjalanan harus melewati jalan aspal yang berkelok-kelok, dan di satu titik kelokannya berbentuk V, sehingga memerlukan kelihaian pengendara untuk melintas. Di Dusun Sanjang, terdapat 304 Kepala Keluarga (KK) dengan 986 jiwa, mereka saat ini membutuhkan air bersih, untuk keperluan hidup sehari-hari.

Relawan dari Komunitas Belajar Rumah Bintang Bandung, Niki menyebut, awal gempa pertama pada 29 Juli 2018 yang berkekuatan 6,4 Skala Richter (SR), longsoran dari saluran air hanya berjarak 400 meter. Namun setelah terjadi gempa susulan berkali-kali, longsoran akhirnya memanjang sampai lima kilometer.

Sebelumnya, pernah ditawarkan solusi mengebor sumber air di dusun tersebut, tapi menurut warga sia-sia karena upaya itu pernah dilakukan sampai kedalaman 200 meter, dan air tidak juga ke luar. “Warga saat ini benar-benar membutuhkan air bersih,” katanya.

Ketiadaan air pascagempa tektonik berkali-kali, baik skala besar maupun kecil, membuat sumber air di daerah tersebut kering karena tertutup longsoran. Seperti yang terjadi di Dusun Senaru, Lombok Utara, yang sebelumnya melimpah air, saat ini kekeringan bahkan tidak sedikit warga yang harus membeli air. “Saya membeli air untuk satu tangki 2.500 liter saja, sebesar Rp100 ribu,” kata warga Dusun Senaru, Nur Saat. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...