Warga Solor di Flotim Terpaksa Konsumsi Air Payau

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

151

LARANTUKA — Ketersediaan air bersih menjadi kendala terbesar warga di pulau Solor, terutama di desa Balawelin kecamatan Solor Barat kabupaten Flores Timur.

“Sudah terbiasa konsumsi air asin atau air payau dari sumur yang ada di pesisir pantai di desa Balawelin I dan desa Balawelin II. Setiap hari warga hanya mengandalkan air ini termasuk untuk minum,” sebut warga Solor, Wilfridus Niron di Larantuka, Rabu (8/8/2018).

Dikatakan, di tahun 90-an, sumber mata air di beberapa desa seperti Lewolein dan Lewotanaole debit masih mencukupi, sehingga bisa dialiri hingga ke desa-desa tetangga.

“Sekarang sulit sekali, bahkan mata air di dusun Riangsunge kelurahan Ritaebang saja tidak cukup untuk konsumsi seluruh warga setempat,” tuturnya.

WIlfridus Niron
Wilfridus Niron warga kelurahan Ritaebang kecamatan Solor Barat. Foto : Ebed de Rosary

Wilfrid mengharapkan pemerintah dapat menggerakkan masyarakat untuk melakukan reboisasi atau penghijauan secara besar-besaran di pulau Solor. Sehingga permasalahan keterabatasan air dapat diatasi.

Sementara itu, Wakil bupati Flores Timur Agustinus Payong Boli, SH menjelaskan, pihaknya akan melakukan reboisasi secara menyeluruh di daerah-daerah sumber mata air.

“Pemkab sudah mempunyai Perda soal penanganan lingkungan hidup di Flores Timur sehingga akan lebih mudah melaksanakan pelestarian lingkungan, termasuk menjaga dan merawat mata-mata air di seluruh penjuru Flotim,” ungkapnya.

Kalau mata air berada di tanah ulayat suku, jelas Agsutinus, pemerintah dan desa akan bekerjasama dengan pemilik lahan dengan memberikan uang.

“Sementara kalau berada di tanah milik pribadi, pemda diperbolehkan untuk membeli beserta lahan sekitar mata air, sehingga menjadi milik pemerintah dan dilindungi,” tuturnya.

Pemerintah kabupaten Flotim, tambah Agsutinus, juga telah mengimbau agar masyarakat membuat sumur-sumur resapan dan embung-embung di halaman rumah maupun di kebun, agar airnya dapat untuk menyirami tanaman dan untuk minum ternak.

“Banyaknya sumur resapan tentu akan membuat air tidak terbuang ke laut dan lama kelamaan akan muncul mata air. Selain itu, sumur yang digali pun tidak terlalu dalam lagi,” terangnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.