Warga Terdampak Debu Proyek JTTS Ruas Bakauheni-Terbanggibesar

Editor: Koko Triarko

102
LAMPUNG – Belum selesainya pembangunan proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) di ruas Bakauheni-Terbanggibesar Paket 1 Bakauheni-Sidomulyo, pada musim kemarau ini, menyebabkan jalanan berdebu.
Usman (30), warga di Desa Tetaan, Kecamatan Penengahan, menyebut, sejak awal proyek tol, debu beterbangan mengganggu aktivitas warga. Puluhan rumah warga yang berada di Stationing (STA) 14+300, semakin terdampak pada musim kemarau ini.
Menurutnya, debu berasal dari mobil pengangkut material tanah untuk proses penimbunan lahan pembuatan overpass di STA 14+300, termasuk jalur lalu lintas kendaraan berat yang akan masuk ke jalan tol. Kondisi ini bahkan telah berlangsung sejak awal 2015 silam.
“Selama proses pengerjaan tol, debu beterbangan dan semakin parah saat kemarau ini. Bahkan, kami tidak membuka pintu bagian depan, menghindari debu masuk ke dalam rumah. Saat keluar rumah, harus memakai masker,” terang Usman, saat ditemui Cendana News, Minggu (5/8/2018).
Abdurahman, petugas pengatur lalu lintas di JTTS Ruas Bakter STA 14+300 melakukan sistem buka tutup saat pengerjaan overpass [Foto: Henk Widi]
Akses overpass yang masih setengah jadi, meski sudah bisa dilintasi sebagai penghubung kecamatan Penengahan dan Bakauheni, berimbas sejumlah kendaraan melintas dengan sistem buka tutup. Overpass pada jalan provinsi tersebut, kata Usman, hingga awal Agustus ini masih terus dikerjakan, sehingga debu aktivitas alat berat masih berdampak bagi warga. Beberapa titik jalan yang belum diperbaiki dengan timbunan tanah, bahkan semakin menambah debu yang beterbangan.
Abdurahman (40), selaku petugas pengatur lalu lintas proyek pengerjaan overpass di  STA 14+400, menyebut, dampak debu telah diantisipasi oleh sub kontraktor PT. Lancar Jaya Mandiri Abadi (LMA).
Menurutnya, antisipasi debu yang mengganggu masyarakat setiap hari, dilakukan dengan penyiraman menggunakan kendaraan L300, yang membawa air berkapasitas 2.500 liter.
Penyiraman dilakukan pada pagi dan sore hari, meminimalisir debu yang berada di dekat proyek overpass Desa Tetaan tersebut.
“Penyiraman dilakukan setiap hari karena sudah menjadi komitmen pelaksana proyek, apalagi musim kemarau, potensi debu semakin bertambah,” cetus Abdurahman.
Debu yang masih berpotensi beterbangan di titik tersebut, diakuinya akibat proses penimbunan dengan material tanah masih berlangsung. Selain itu, akses jalan masih kerap digunakan masyarakat untuk melakukan aktivitas ke kebun dan sawah melalui jalan tol.
Setelah akses jalan overpass selesai, ia memastikan debu beterbangan di STA 14+300 akan hilang, karena jalan dibuat dengan sistem rigid beton.
Selain debu yang berdampak bagi masyarakat akibat proyek JTTS, tepatnya di STA 14+300, sejumlah titik pembangunan overpass lainnya juga masih menimbulkan debu.
Titik tersebut di antaranya STA 17+600 Desa Pasuruan dan STA 20 Desa Kekiling di Kecamatan Penengahan. Musim kemarau dengan kondisi jalan tanah yang kerap dilintasi kendaraan pengangkut tanah, mengganggu pernapasan warga yang melintas.
Pantauan Cendana News, proyek overpass di Desa Tetaan, Desa Pasuruan dan Desa Kekiling masih terus dikerjakan. Pada titik STA 14+300, tengah dilakukan pemadatan material tanah, pada titik STA 17+300, STA 20 selain pengerjaan pemadatan material tanah, sebagian sudah dilakukan proses rigid beton dan pemasangan pagar.
Meski sebagian sudah bisa dilintasi untuk akses overpass Desa Tetaan, akses JTTS juga mulai dioperasikan, meski pengendara harus keluar di titik jalan lintas Sumatera.
Meski sebagian JTTS ruas Bakauheni-Terbanggibesar sudah bisa dioperasikan dari segmen satu Bakauheni-Bakauheni Utara, sepanjang 8,9 kilometer, sebagian masyarakat mulai menggunakan akses JTTS dari sejumlah titik untuk jarak dekat.
JTTS ruas Bakter Paket 1 Bakauheni-Sidomulyo sepanjang 39,4 kilometer, sudah bisa dioperasikan sepanjang 8,9 Kkilometerdi segmen satu Bakauheni-gerbang tol Bakauheni Selatan ke gerbang tol Bakauheni Utara.
Yus Yusuf, General Affairs PT. Pembangunan Perumahan (PP) , selaku pelaksana proyek JTTS ruas Bakter, paket 1 Bakauheni-Sidomulyo, saat dikonfirmasi via seluler, menyebut, akses tol sudah bisa dilintasi.
Penambahan fasilitas berupa rambu-rambu, marka jalan, pagar jalan (guardrail) dan median jalan telah selesai dikerjakan.
Ia optimis, pada perhelatan Asian Games XVIII Jakarta dan Palembang, jalan bebas hambatan bisa dilintasi dari total keseluruhan JTTS Bakter sepanjang 140,9 Kilometer.
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.