Warung Posdaya, Gerakkan Perekonomian Warga Dusun Pereng

Editor: Mahadeva WS

207

YOGYAKARTA – Pendirian Warung Posdaya, sebagai salah satu program pemberdayaan masyarakat Posdaya Sadewo, terbukti mampu menggerakan perekonomian dusun terpencil, Pereng Bumirejo, Lendah Kulonprogo, Yogyakarta.

Didirikan sejak 2014 silam, keberadaan warung posdaya di dusun tersebut mampu menjadi pemicu tumbuhnya industri rumah tangga, yang digerakkan oleh ibu-ibu anggota Kelompok Tani Wanita (KWT).

Ketua KWT Tani Makmur, yang juga pengurus Posdaya Sadewo, Suratiyem, mengatakan, awalnya Warung Posdaya didirikan sebagai wadah pemasaran, bermacam produk makanan yang dihasilkan anggota KWT.  “Jadi ibu-ibu rumah tangga anggota KWT, didorong untuk memproduksi aneka jajanan, seperti kripik pisang, kripik jamur, lumpia, wajik, arem-arem dan lain sebagainya. Aneka jajanan itu kemudian dikumpulkan di Warung Posdaya untuk selanjutnya kita jual di pasar,” jelasnya.

Warung Posdaya yang awalnya hanya memiliki beberapa jenis jajanan produksi anggota KWT, kini telah memiliki puluhan macam makanan ringan. Puluhan jajan pasar itu diproduksi oleh 25 orang anggota KWT Tani Makmur, yang seluruhnya merupakan ibu-ibu rumah tangga. “Dulu awalnya hanya beberapa ibu-ibu saja yang mau menitipkan dagangan makanan mereka ke sini. Alhamdulillah, setelah tahu manfaat dan keuntungannya, sekarang semakin banyak warga yang mau memproduksi makanan kecil untuk dititipkan dan dijual lewat Warung Posdaya,” jelasnya.

Ketua KWT Tani Makmur, yang juga pengurus Posdaya Sadewo, Suratiyem, menunjukkan sejumlah sertifikat dan penghargaan yang diberikan – Foto: Jatmika H Kusmargana

Sebagai Ketua KWT, sekaligus pengurus Warung Posdaya, Suratiyem mengaku secara rutin menyetor aneka produk makanan buatan ibu-ibu anggota KWT setiap pagi ke pasar. Selain itu, Dia juga bertugas mengkoordinir produksi jajanan, jika ada pesanan yang masuk ke Warung Posdaya. “Satu orang anggota KWT bisa membuat 3-4 jenis makanan. Pagi-pagi mereka biasa setor ke kita. Lalu kita bawa untuk dijual di pasar. Nanti jam 4 sore mereka akan ambil uang hasil penjualan. Satu hari total omset bisa mencapai Rp1,5 juta,” imbuhnya.

Tak hanya membantu masalah pemasaran, Posdaya Sadewo melalui KWT Tani Makmur juga rutin menggelar pelatihan bagi seluruh anggota. Mulai dari pelatihan pengembangan produk, kemasan, hingga pelatihan peningkatan higienisitas produk makanan yang dihasilkan.

Pelatihan dilakukan secara kerjasama dengan pemerintah, seperti pembuatan kemasan yang lebih bagus dan menarik, makanan dan proses produksi lebih higienis, hingga bagaimana mendapatkan PIRT (Produk Industri Rumah Tangga).

Selain mampu memberikan kegiatan yang menghasilkan di kalangan ibu-ibu rumah tangga, kegiatan pemberdayaan di bidang ekonomi produktif ini juga mampu meningkatkan penghasilan warga. Sejak adanya berbagai kegiatan tersebut, Dusun Pereng juga kerap mendapat bantuan dari pemerintah. Baik itu modal usaha, hingga modal berupa peralatan alat produksi.  “Terakhir kita mendapatkan Juara 1 lomba Kelompok Asuh Keluarga Binangun tingkat Kabupaten, antar KWT se Kulonprogo,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...