WHO Meragukan Vaksin Bisa Hentikan Wabah Ebola Baru

1.073
Ilustrasi virus ebola - Dokumentasi CDN

JENEWA – Vaksin baru ebola dimungkinkan tidak akan bisa digunakan untuk menghentikan penyebaran wabah penyakit tersebut di Republik Demokratik Kongo. WHO hingga kini belum mengetahui asal virus Ebola terbaru, yang diduga telah menewaskan 20 orang di Kongo tersebut.

Kepala Departemen Penanganan Keadaan Darurat WHO, Peter Salama, menduga ada tiga kemungkinan asal dari virus tersebut, yaitu Zaire, Sudan, dan Bundibugyo. Jika berasa dari Zaire, maka vaksin Merck yang digunakan untuk mengatasi wabah Ebola sebelumnya bisa digunakan.

“Namun jika bukan, maka situasinya akan sangat rumit dan mungkin tidak bisa menggunakan vaksin. Mayoritas kasus terjadi pada dua pekan terakhir bulan Juli. Saat tim medis memeriksa kembali, mereka menyadari bahwa kasus-kasus itu mirip dengan Ebola yang terjadi pada Mei lalu. Namun masih terlalu dini untuk menyimpulkan,” kata Salama, Jumat (3/8/2018).

Pada Mei lalu, Kongo juga menghadapi wabah Ebola. Saat itu wabah terjadi di bagian wilayah lain yang berjarak 2.500 kilometer dari tempat penyebaran wabah terbaru. Para pakar internasional pada Kamis (2/8/2018), membangun laboratorium di kota Beni, kota yang berjarak 30 kilometer dari tempat asal wabah terbaru.

Kongo mulai menyatakan adanya wabah ebola baru pada Rabu (1/8/2018) (Baca: https://www.cendananews.com/2018/08/wabah-baru-ebola-muncul-di-kawasan-timur-kongo.html ).

Pengumuman dilakukan, hanya beberapa hari setelah wabah di kawasan lain yang menewaskan 33 orang dinyatakan telah berhasil dikendalikan. Sebanyak 20 orang kehilangan nyawa di sekitar Mangina, kota padat di Provinsi North Kivu, yang terletak 30 kilometer dari Beni, dan 100 kilometer dari perbatasan Uganda.

Selain itu enam orang lagi juga menunjukkan tanda-tanda demam, dan empat di antaranya telah positif terjangkit Ebola. Tempat wabah Ebola baru sangat dekat dengan wilayah pergolakan konflik pertanahan dan etnis, yang bisa mempersulit upaya pengendalian virus. Sekitar 1.000 warga sipil tewas oleh kelompok milisi bersenjata dan tentara pemerintah di sekitar kota Beni sejak 2014 lalu. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...