Wisata Terintegrasi Dukung Perhelatan LKF 2018

Editor: Koko Triarko

195
LAMPUNG – Perhelatan Lampung Krakatau Festival (LKF) ke-28 akan digelar kembali di Provinsi Lampung pada 24-26 Agustus 2018. Iven tahunan ini diadakan sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisata.
Rahmat Haryadi, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata Provinsi Lampung, menyebut, penggunaan nama Krakatau sekaligus untuk memperkenalkan Krakatau sebagai salah satu daya tarik dan ikon pariwisata Lampung.
Menurutnya, perhelatan tersebut sebagai upaya semakin menarik kunjungan wisatawan ke Lampung, salah satunya ke Krakatau sebagai salah satu warisan dunia.
Selama iven berlangsung, ia mengatakan, puluhan objek wisata di Lampung juga bisa dikunjungi, termasuk melihat keindahan Gunung Krakatau di Selat Sunda. Sebagai salah satu iven yang masuk dalam 100 Calender of Event (CoE) Wonderful Indonesia, LKF yang digelar dalam tahun ini mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata.
Rahmat Haryadi,Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata Provinsi Lampung [Foto: Henk Widi]
“Sosialisasi telah kita lakukan, agar wisatawan domestik dan mancanegara bisa berkunjung ke Lampung, bahkan sebagian ada yang sudah melihat erupsi Gunung Anak Krakatau sebagai salah satu destinasi dunia,” terang Rahmat Haryadi, saat dikonfirmasi Cendana News, Minggu (12/8/2018).
Rahmat Haryadi menyebut, Lampung Krakatau Festival sekaligus menjadi wisata historis terkait Gunung Krakatau yang meletus pada 1883. Perhelatan yang dilakukan untuk mengingat sejarah letusan  Gunung Krakatau pada 26 dan 27 Agustus 1883 yang menjadi perhatian dunia.
Selain fokus pada wisata alam, LKF ke-28 sekaligus menjadi sarana promosi bagi destinasi wisata Lampung, dengan tetap mengangkat dan melestarikan seni budaya asli daerah, guna menangkap peluang kunjungan wisatawan.
Dukungan infrastruktur diakui Rahmat Haryadi sudah sangat terlihat dengan pengembangan bandar udara Raden Inten II, pelabuhan Bakauheni dan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).
Ia juga menyebut, pada perhelatan LKF ke-28, sejumlah destinasi wisata seperti Taman Nasional Way Kambas (TNWK), pantai Tanjung Setia, Pulau Pahawang yang sudah dikenal wisatawan mancanegara juga ikut mendukung.
“Integrasi antarobjek wisata didukung infrastruktur darat, laut dan udara sekaligus keseriusan Provinsi Lampung, mendukung sektor pariwisata,” terang Rahmad Haryadi.
Rahmad juga menyebut, telah melakukan rangkaian kunjungan ke sejumlah objek wisata pendukung di beberapa kabupaten. Sejumlah objek wisata bahari, pegunungan, cagar budaya telah dikonsep untuk mendukung perhelatan LKF ke-28.
Ia juga sangat mengapresiasi BUMN PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), yang akan me-launching pengoperasian dermaga eksekutif Bakauheni-Merak. Operasional dermaga eksekutif yang terkoneksi ke jalan tol, akan memudahkan kunjungan wisatawan.
Integrasi objek wisata dan dukungan infrastruktur memadai juga diakui oleh Ahmad Taufik, Kepala Unit Pelaksana Tekhnis (UPT) Objek Wisata Menara Siger.
Menurutnya, munculnya sejumlah destinasi wisata baru yang dikembangkan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) semakin menambah daftar spot wisata yang bisa dikunjungi di Lampung. Menara Siger sebagai ikon wisata Lampung, bisa menjadi titik kunjungan awal.
“Bagi wisatawan yang menggunakan moda transportasi darat dan laut dari Pulau Jawa, setelah tiba di pelabuhan Bakauheni akan melihat Menara Siger,” beber Ahmad Taufik.
Pada kegiatan Lampung Krakatau Festival ke-28, katanya, Menara Siger telah menyediakan peta sejumlah wisata di Lampung. Peta wisata tersebut sekaligus mengintegrasikan semua objek wisata yang ada di Provinsi Lampung, dari kabupaten Lampung Selatan hingga Lampung Barat.
Sebagai titik paling selatan, sejumlah objek wisata bahari bisa dikunjungi saat akan kembali ke Pulau Jawa, di antaranya pantai Kalianda, Bakauheni dan Rajabasa.
Selain menyajikan peta wisata, dukungan moda transportasi juga sudah dikoordinasikan dengan sejumlah agen perjalanan wisata. Selama ini, wisatawan domestik yang akan mengunjungi objek wisata bahari kerap datang secara berombongan, dan sudah bekerja sama dengan agen perjalanan.
Keberadaan sejumlah penginapan sekelas hotel, penginapan (homestay) berkonsep tradisional, dengan pilihan harga terjangkau juga menjadi pendukung wisata di Lampung.
Ke depan, Ahmad Taufik menyebut akan membuat aplikasi dengan Menara Siger sebagai satu titik pertama perjalanan wisata Lampung, sekaligus ikon Lampung.
Keberadaan Gunung Krakatau dengan Anak Krakatau yang sedang erupsi, bahkan bisa lebih mudah dijangkau dari Lampung Selatan mempergunakan kapal.
“Wisata terintegrasi akan terus dikembangkan, agar kunjungan wisatawan meningkat”, pungkasnya.
Baca Juga
Lihat juga...