WNI di Swiss Peringati HUT ke-73 RI

161
Ilustrasi -Dok: CDN
LONDON – Gelombang panas yang melanda Swiss selama sepekan terakhir, tidak menyurutkan ratusan warga dan diaspora Indonesia menghadiri pembukaan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 RI atau Pesta Merdeka, yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bern, Swiss.
Pensosbud KBRI Bern, Sasanti Nordewati, menyebutkan, tidak hanya berasal dari Kota Bern, ratusan peserta juga berdatangan dari Zurich, Basel, Jenewa, dan wilayah-wilayah lain di Swiss.
Duta Besar RI untuk Swiss dan Liechtenstein, Muliaman Hadad, secara simbolis membuka kick off Pesta Merdeka dengan menggelindingkan bola bowling pertama di lapangan bowling Gumligen-Bern.
Dubes Muliaman menyampaikan, peringatan HUT ke-73 RI ini juga sekaligus sosialisasi Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018.
“Jadi, tidak hanya di Jakarta dan Palembang, demam Asian Games juga terasa di Bern dan 132 Perwakilan RI di Luar Negeri,” ujar Dubes yang juga mantan Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini, di London, Minggu (5/8/2018).
Ketua Panitia Peringatan HUT ke-73 RI KBRI Bern, Titik Nahilal Hamzah, menjelaskan, rangkaian peringatan HUT RI di Swiss terdiri dari berbagai perlombaan, antara lain lomba vlogging, bowling, jalan sehat, lomba gaple, dan menggambar untuk anak-anak.
Sementara puncak acara tanggal 17 Agustus, akan digelar upacara bendera di Wisma Duta RI di Bern, dilanjutkan dengan perlombaan seperti balap karung, makan kerupuk, tarik tambang, dan lomba khas 17an lainnya.
KBRI Bern juga akan menyelenggarakan resepsi diplomatik dalam rangka HUT ke-73 RI, dengan mengundang para pejabat tinggi Swiss, komunitas diplomatik, pengusaha, dan tokoh masyarakat Swiss pada tanggal 27 Agustus 2018.
Sepanjang rangkaian peringatan HUT RI, panitia telah menyiapkan kaos seragam serta berbagai hadiah, doorprize, dan sovenir menarik bagi para peserta.
Salah seorang peserta bowling, Riny Konig, mengaku bersyukur dengan kemeriahan rangkaian peringatan HUT RI di Swiss. “Kami sangat senang peringatan HUT RI tahun ini lebih meriah dari tahun sebelumnya. Panas sedikit tidak masalah,” terangnya.
Selain mengobati kangen suasana 17-an di kampung, juga menjadi ajang silaturahmi dengan seluruh orang Indonesia di Swiss ini, tutur diaspora Indonesia yang hampir 30 tahun tinggal di Swiss ini.
Sepekan terakhir, otoritas meteorologi Swiss mengeluarkan peringatan cuaca panas derajat empat dari lima yang akan melanda negeri Alpen ini.
Bagi Swiss yang lazim dengan cuaca dingin, musim panas tahun ini dilaporkan mencapai 35 derajat Celcius, dan merupakan salah satu yang terpanas sejak 1864.
Cuaca panas dan kering yang melanda hampir di seluruh wilayah Swiss mengakibatkan pembatalan tradisi kembang api pada peringatan Hari Nasional Swiss pada 1 Agustus lalu, karena dikhawatirkan akan memicu kebakaran. (Ant)
Baca Juga
Lihat juga...