Wujudkan Ramah Anak, Guru Diminta Tekan Anggapan Sekolah Menakutkan

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

182

PADANG — Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Burhasman menyebutkan, selain tempat belajar, suasana yang aman dan nyaman bagi anak-anak yang berada di lingkungan sekolah harus tercipta.

“Terkadang ada anggapan bagi siswa baru, bahwa berada di sekolah itu menakutkan, karena ada guru yang pemarah. Nah, anggapan seperti itu yang perlu kita tekan. Caranya menciptakan sekolah ramah anak,” katanya di hadapan Kepala Sekolah SMA/SMK Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman, Kamis (30/8/2018).

Menurutnya, di sekolah tidak mungkin ada guru-guru yang marah tanpa sebab. Artinya, sikap itu merupakan ketegasan supaya anak murid lebih bersikap disiplin dalam belajar.

“Anak-anak yang nakal tidak dapat dikatakan tidak ada di sekolah. Hal ini juga perlu kita didik, melalui mewujudkan sekolah yang ramah bagi anak-anak,” jelasnya.

Sementara itu, Bunda Generasi Berencana (GenRe) Provinsi Sumatera Barat Nevi Zuairina juga mengatakan, sekolah ramah anak adalah yang secara sadar berupaya menjamin dan memenuhi hak-hak anak dalam setiap aspek kehidupan secara terencana dan bertanggung jawab.

“Prinsip utamanya adalah non diskriminasi kepentingan, hak hidup serta penghargaan terhadap anak,” terangnya dalam momen musyawarah kerja Kepala Sekolah SMA/SMK Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman.

Ia menyebutkan, sekolah tidak hanya tempat untuk belajar dan bermain, akan tetapi juga diberi kesempatan seluas-luasnya untuk mengeluarkan pendapatnya, menilai pelayanan, termasuk juga menyampaikan penilaian dan pendapatnya mengenai orang tua dan gurunya.

“Harapan kita agar antara orangtua dan sekolah dapat bergandengan tangan saling bahu membahu dalam membangun komunikasi yang baik supaya bisa mewujudkan lingkungan ramah anak dan jangan hanya di sekolah saja,” katanya.

Menurutnya, kepada orangtua diminta tidak sepenuhnya menyerahkan tanggung jawabnya kepada guru semata. Keduanya mempunyai andil dalam mendidik.

“Jangan sungkan untuk menyampaikan masukan kepada guru, sebaliknya guru pun menerima dengan senang hati menerima masukan dari orang tua,” tambahnya.

 

Lihat juga...

Isi komentar yuk