Yahya, Murid MIT Mardlatillah Singaraja yang Sarat Prestasi

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

329

BULELENG — Meski baru duduk di kelas VI, murid MIT Mardlatillah Singaraja Bali ini sudah seringkali mengharumkan nama sekolah dan daerahnya. Baik di tingkat provinsi hingga nasional. Tercatat berbagai prestasi diraihnya, terutama di bidang pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam.

“24-29 September, Yahya akan mewakili Provinsi Bali dalam ajang Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Tingkat Nasional yang diadakan Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI di Bengkulu,” sebut Kepala Sekolah MIT Mardlatillah Buleleng, Muwafikni, Kamis (30/8/2018).

Diterangkan, murid kelahiran Denpasar, 11 Juni 2007 sudah sering menjuarai berbagai perlombaan. Misalnya, menjadi juara I Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Bidang Studi IPA Tahun 2018 Kabupaten Buleleng; juara I OSN IPA SD Kabupaten Buleleng. Juara II OSN IPA SD Provinsi Bali, juara I WISCOM Sains Tingkat Provinsi Bali Tahun 2017; juara I AKSI Mata Pelajaran IPA Tingkat Provinsi Bali.

Juara I Olimpiade IPA di SMP Negeri 4 Singaraja; juara I Lomba Mapel IPA Kemenag Tingkat Kabupaten Buleleng tahun 2018; juara I Olimpiade IPA ASPI MTsN 4 Jembrana Tingkat Provinsi Bali 2018; juara I Olimpiade IPA Primagama Tingkat Kabupaten Buleleng 2017; serta juara I Olimpiade IPA MTsN 1 Buleleng Tahun 2018.

“Keahlian anak itu memang di Pelajaran IPA. September ia menjadi wakil Bali,” kata Muwafikni.

Kepala Sekolah MIT Mardlatillah Buleleng Muwafikni (kiri) saat berfoto dengan Yahya (Dua dari kanan).-Foto:Sultan Anshori

Bahkan, beberapa waktu yang lalu tepatnya di tanggal 1 hingga 7 Juli, Yahya juga mewakili Bali dalan Olimpiade Sains Nasional (OSN) SD tahun 2018.

“Dalam ajang tingkat nasional yang digelar di Padang, Sumatera Barat tersebut, Yahya mempersembahkan medali perunggu. Perasaan haru bercampur gembira ketika salah seorang siswa madrasah kita disebut sebagai juara dalam ajang bergengsi tingkat nasional ini,” katanya lagi.

Menurut Muwafikni, prestasi tersebut merupakan anugerah dari Allah SWT atas usaha yang luar biasa dari Yahya, kepala madrasah, guru pembimbing, Disdikpora Kabupaten Buleleng, Disdikpora Provinsi Bali, wali murid dan seluruh guru di MIT Mardlatillah.

Ia mengaku bersyukur muridnya dapat berprestasi dalam lomba tingkat nasional, dan membanggakan Provinsi Bali dan Kabupaten Buleleng, serta khususnya membanggakan MIT Mardlatillah Singaraja.

“Harapan kami semoga ananda Yahya dapat terus konsisten untuk giat belajar, sehingga dapat mengukir prestasi yang terbaik dan mengharumkan nama provinsi Bali di tingkat nasional,” pungkasnya.

Sementara itu, anak pasangan dari Arif Hartanto dan Anne Rufaidah ini tidak ubahnya murid pada umumnya yang belajar secara normal. Namun menurut sang Ayah, anaknya memiliki satu kemampuan daya ingat yang kuat. Setelah muncul bakatnya tersebut, pihak orang tuanya bersama dewan guru melakukan pendampingan belajar kepada Yahya.

“Anak kami seperti seusianya, dimana belajar seperti biasanya. Tidak pernah mengikuti mata pelajaran tambahan selain di sekolah akan tetapi menjadi perhatian khusus. Tapi daya ingatan anak kami ini sangat kuat, dan pelajaran kesukaan sejak masih duduk di bangku kelas satu ini soal sains,” kata Arif Hartanto kepada Cendana News.

Menurut Arif, selain mendapat dukungan dari pihak orang tua dan dewan guru di sekolah, anaknya juga mendapatkan dukungan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Buleleng hingga Kampus Undiksha Singaraja.

“Saya berharap, dengan kemampuan yang dimiliki oleh anak saya menjadi salah satu media untuk dia terus meningkatkan kemampuannya,” pungkas Arif yang juga bekerja sebagai guru di sekolah swasta di Buleleng ini.

Baca Juga
Pelukis Ini Setuju Enak Zaman Orde Baru JAKARTA - Iwan Aswan termasuk pelukis yang begitu aktif berpameran sejak tahun 1980 sampai sekarang. Ia memang mengalami banyak perubahan zaman, yang ...
Lulusan SD Ini Mampu Ciptakan Mesin Pemintal Tali YOGYAKARTA - Keterbatasan pendidikan bukan menjadi halangan bagi seseorang untuk terus berinovasi dan bermanfaat bagi orang lain.   Hal itulah yang ...
Tumijo, Perintis Sentra Kerajinan di Kecamatan Nan... YOGYAKARTA – Sepintas, Tumijo (64) tampak seperti warga desa lainnya di kawasan perbukitan Kulonprogo pada umumnya. Kesederhanaan dan kebersahajaanya,...
Belajar Otodidak, Yos Buka Usaha Pangkas Rambut LARANTUKA – Usaha jasa pangkas rambut, merupakan usaha yang bisa memberikan pendapatan yang lumayan banyak. Hal tersebut tidak terlepas dari tidak ban...
Dari Jalanan, Kocom Menjelma Sebagai Seniman Patun... BEKASI --- Perjalanan pemilik nama Sarwo Edy, atau akrab disapa Kocom, untuk menjadi seorang seniman patung silikon tak semudah membalikkan telapak ta...
Jhonson, Keliling Dunia Perjuangkan Perdamaian dan... MAUMERE --- Banyak kaum difabel yang hingga sekarang masih mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan, bahkan tidak sedikit yang memandang rendah warga ...
Kampanyekan Bahaya Narkoba, Man Rambo Jalan Kaki d... BEKASI --- Man Rambo (56), pria asal Surabaya Provinsi Jawa Timur ini, rela menempuh ratusan kilometer dengan jalan kaki, hanya untuk menyampaikan mis...