YHK Hasilkan Banyak Karya Monumental dan Bersejarah

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Usia 50 tahun, tampak begitu sangat istimewa bagi Yayasan Harapan Kita (YHK). Tapi, gelaran acara peringatannya tetap dilakukan sederhana, karena yang terpenting adalah esensinnya, yakni tetap melanjutkan cita-cita mulia Ibu Negara Tien Soeharto.
“Acara peringatan 50 tahun Yayasan Harapan Kita ini dilakukan untuk tetap melanjutkan cita-cita mulia Ibu Tien Soeharto almarhumah,“ kata Tubagus Sulaeman, Ketua Panitia Peringatan 50 Tahun Yayasan Harapan Kita, yang juga menjabat sebagai Sekertaris Yayasan Harapan Kita, kepada Cendana News, usai acara puncak Peringatan 50 Tahun Yayasan Harapan Kita di Pendopo Agung Sasono Utomo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Kamis (23/8/2018).
Sulaeman membeberkan, bahwa pijakan sejarah Yayasan Harapan Kita yang sekarang tanpa terasa sudah 50 tahun. “Yayasan Harapan Kita menghasilkan banyak karya monumental dan bersejarah, seperti Taman Mini Indonesia Indah, Rumah Sakit Anak dan Bersalin Harapan Kita, Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Perpustakaan Nasional, dan lain-lain,“ bebernya.
Sulaeman mengingatkan, Yayasan Harapan Kita didirikan dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia dalam arti seluas-luasnya. “Semua itu dibangun untuk kepentingan masa depan Indonesia,“ ungkapnya.
Dalam rangka acara Peringatan 50 Tahun Yayasan Harapan Kita, kata Sulaeman, berbagai kegiatan digelar, mulai dari pementasan wayang, jalan sehat, sampai puncak acara dengan tasyakuran.
“Acaranya kita adakan secara sederhana, dan semakin mendekatkan kita pada masyarakat,“  ujarnya.
Sulaeman mengaku bersyukur menjadi bagian dari Manajemen Yayasan Harapan Kita. “Tujuan mulia dari Ibu Tien Soeharto almarhumah, agar masyarakat semakin mengenal jati diri bangsa Indonesia,“ tuturnya.
Harapan Sulaeman, Taman Mini Indonesia Indah semakin dekat dan dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat. “Sebagaimana tadi Mbak Tutut Soeharto dalam sambutannya mengingatkan kita, agar tiketnya jangan dinaikkan, agar tetap murah dan dapat dijangkau seluruh lapisan masyarakat,“ paparnya.
Sulaeman pun mengimbau kepada seluruh masyarakat, untuk datang bersama sanak keluarga ke Taman Mini Indonesia Indah. “Masyarakat silahkan berekreasi di sini (TMII), yang murah meriah, cukup sehari saja di sini, tapi bisa menyaksikan keragaman adat budaya berbagai provinsi di seluruh Indonesia,“ tegasnya.
Pesan Sulaeman pada generasi sekarang yang dikenal sebagai generasi milenial, agar tetap menjaga jati diri sebagai bangsa Indinesia. “Jangan sampai jati diri kita luntur, dan jangan terlalu terbawa arus globalisasi, jadi sepatutnya kita memang bersama-sama turut menjaga jati diri bangsa yang adi luhur,“ pungkasnya.
Lihat juga...