14 Atlet Asian Games Sumbar Terima Penghargaan

Editor: Satmoko Budi Santoso

179

PADANG – 14 atlet asal Sumatera Barat yang ikut mengharumkan Indonesia pada pesta olahraga Asian Games ke XVIII di Jakarta-Palembang pada 18 Agustus hingga 2 September lalu, mendapat penghargaan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Penyerahan penghargaan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan Upacara Peringatan Hari Olahraga Nasional ke 35 di halaman kantor Gubernur, Minggu (9/9/2018).

“Dari 14 atlet Sumbar tersebut, 2 orang menyumbangkan medali, yakni atas nama Dwi Rahayu Pitri medali perunggu perorangan pada cabang olahraga Soft Tenis dan diberikan reward sebesar 50 juta rupiah, sedangkan Syamsul Akmal medali perunggu beregu putra di cabang olahraga sepak takraw menerima reward sebesar 25 juta rupiah,” sebut Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, Minggu.

Selain 2 atlet tersebut, dijelaskan Nasru Abit, 12 atlet lainnya yang belum menyumbangkan medali tetap akan diberikan reward.

“Masing-masing mendapatkan reward sebanyak 5 juta rupiah,” terangnya.

Kemudian dia juga menyampaikan, rasa terima kasih kepada seluruh atlet yang telah mengharumkan Indonesia di kancah Asia dan tentunya juga nama Sumatera Barat sendiri.

“Di dalam mencapai prestasi tersebut tentu tidak muncul secara tiba-tiba. Prestasi lahir karena persiapan secara matang dan sistematik serta dukungan semua pihak disertai doa dari seluruh masyarakat Indonesia. Semoga prestasi tersebut bisa ditingkatkan terus untuk ke depan,” ujarnya.

Atlet Sumbar yang ikut pada Asian Games XVIII itu, yakni Dwi Rahayu Pitri (Soft Tenis), Syamsul Akmal (sepak takraw), Yaspi Boby (atletik), Lusiana Satriani (atletik), Wahyudi Putra (atletik), Fauma Depril Jumra (atletik), Rafika Putra (atletik), Delva Rizki (Taekwondo), Novica Yanti (Paralayang), Rina Kusuma Ningrum (Paralayang), Rendi Syuhada Anugrah (Dayung), Putri Wahyuni (Dayung), Eva Desiana (Triatlon), Mayang ZP (Sepakbola).

Sementara pada rangkaian Hari Olahraga Nasional di Sumatera Barat ini, juga ada kegiatan Gala Siswa Indonesia (GSI) yang diikuti oleh Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berbakat di bidang olahraga sepakbola.

Menurutnya, GSI juga dapat menjadi wadah mengimplementasikan penguatan pendidikan karakter melalui olahraga, melahirkan anak-anak sepakbola Indonesia yang memiliki talenta dalam mengolah bola dengan kerja sama sebuah tim yang solid dan tangguh untuk meraih kemenangan.

“Kepribadian seorang pemain bola menentukan karakter kepribadian diri dalam memberikan kerjasama tim, apakah sebagai kiper, penyerang, atau pencetak gol. Kesemua itu memiliki kepribadiannya dan karakter yang berbeda-beda menjadi kekuatan tim untuk memenangkan pertandingan,” ujarnya.

Disiplin diri, tanggung jawab, berdedikasi, inovasi dan kreatifitas dari masing-masing karakter pemain, kata Nasrul, akan menjadi sesuatu yang baik dalam pembangunan tim yang penuh mutu dan kualitas yang diceminkan setiap pemain.

“Kita berharap nanti ada anak-anak Sumatera Barat yang menjadi pemain nasional yang dapat mengharumkan nama bangsa dan negara dikancah gelanggang sepakbola Internasional,” sebutnya.

Ia menyatakan rakyat Indonesia amat merindukan sepakbola Indonesia masuk dalam pertandingan piala dunia nantinya. Nasrul berpesan, agar siswa -siswa yang ikut GSI, supaya mampu memperlihatkan kemampuan terbaik, berlatih terus menerus, disiplin, tekun, sportifitas tentu akan menjadikan kita bisa lebih baik disetiap waktunya.

“GSI tingkat Sumatera Barat ini akan berlangsung dalam bulan September ini dan nanti bulan Oktober akan dilaksanakan secara nasional di Gelora Bung Karno Jakarta,” ungkapnya.

Sedangkan untuk GSI tingkat Sumatera Barat diikuti oleh 6 kabuapten dan kota, peserta yang menjadi duta dari kabupaten dan kota masing-masing. Selanjutnya akan dipilih pemain-pemain terbaik yang akan mendapat pendidikan dan latihan oleh program PSSI dan KONI.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.