150 Hektare Sawah di Desa Srimahi, Gagal Panen

Editor: Mahadeva WS

291
Lahan sawah di desa Srimahi, Kecamatan Tambun Utara Kabupaten Bekasi mengalami kekeringan karena kerusakan Bendungan Talang. (Foto M Amin)

BEKASI – 150 hektare sawah di Desa Srimahi, Kecamatan Tambun Utara Kabupaten Bekasi, gagal panen. Hal itu dipicu Kerusakan Bendungan Talang, yang menjadi sumber utama aliran air irigasi ratusan hektare sawah di Desa tersebut.

Untuk bertahan hidup, warga di Desa Srimahi, banting stir bekerja serabutan menjadi kuli bangunan dan berjualan keliling. Mereka berharap, Pemerintah Kabupaten Bekasi dapat segera mengatasi kerusakan bendungan. “Dalam satu tahun, di Desa Srimahi biasanya dua kali panen. Tapi sampai sekarang petani masih banyak yang belum menanam padi, hal ini karena sawah yang mengalami kekeringan dampak dari rusaknya Bendungan Talang, di wilayah Cikarang. Di Desa Srimahi, panen terakhir pada Juli 2018 lalu,” kata Sudarto, Kepala Desa Srimahi, Senin (24/9/2018).

Lahan sawah di Desa Srimahi, saat ini mencapai 150 hektare. Total lahan di daerah tersebut mencapai 400 hektare, tetapi terus berkurang akibat pembangunan perumahan. Sawah merupakan komoditi unggulan di Desa Srimahi. Hanya saja karena gagal panen, menjadikan warga banyak beralih profesi. “Sebenarnya, gagal panen hampir merata di Kecamatan Tambun Utara, tergantung pada Bendungan Talang. Warga tetap menanam usai panen Juli lalu, tetapi gagal panen karena lahan kering tidak ada aliran air. Saat ini sebenarnya sudah masuk masa Rendeng (adalah musim hujan), tetapi petani belum menanam,” tambah Darto.

Petani di Desa Srimahi, mendapatkan bibit padi dan pupuk dengan membeli sendiri di toko pertanian. “Setelah dilantik sebagai Kepala Desa 28 September nanti, saya akan mengajukan usulan untuk pertanian di Desa Srimahi agar kelompok tani yang ada mendapat bantuan pupuk dan lainnya dari Pemerintah Kabupaten,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...