2019, Rasio Elektrifikasi Mentawai Capai 100 Persen

Editor: Mahadeva WS

215

MENTAWAI – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mendorong Perusahaan Listrik Negara (PLN), untuk membangun pembangkit listrik yang tepat dengan kondisi daerah kepulauan. Hal tersebut dibutuhkan untuk daerah seperti Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno mengatakan, dengan optimalnya keberadaan listrik, maka pembangunan akan lebih efektif. Hal itu dapat mendorong tumbuhnya dunia usaha di Mentawai. “Jangan biarkan juga kami pemerintah daerah untuk coba gagal-coba gagal, sudah menghabiskan anggaran, namun hasilnya gagal. Contohnya ketika ada pembangkit tenaga surya, cara itu tidak tepat, kita sudah alokasikan anggaran banyak tapi tidak ada hasilnya,” ujar Irwan, pada kegiatan Ekspedisi Mentawai Terang, di Tua Pejat Kepulauan Mentawai, Rabu (5/9/2018).

Apapun program pemerintah untuk pensejahteraan masyarakat, hanya akan menjadi omong kosong tanpa adanya listrik. Dunia usaha dapat tumbuh jika ada energi, terutama listrik. Tumbuhnya dunia usaha, akan mendorong munculnya kepercayaan investor, untuk berinvestasi di Mentawai. Dengan itu, kesejahteraan masyarakat Mentawai akan meningkat.

“Saya masing ingat, ketika periode pertama pak Yudas, jalan di Mentawai hanya sembilan kilometer, sekarang sudah nambah 50 kilometer. Ini menunjukan ada perubahan pembangunan. Untuk itu dengan adanya pemenuhan listrik di Mentawai akan membuat Mentawai terus maju,” ujarnya.

Pada kegiatan Ekspedisi Mentawai Terang, PT PLN Persero menargetkan, di 2018 ini, rasio desa berlistrik 100 persen di Mentawai. Satu tahun kemudian, rasio elektrifikasi 100 persen. Untuk mencapai target itu, PLN melakukan ekspedisi Mentawai Terang. “Melalui Ekspedisi Mentawai Terang ini, kita menargetkan 2018 seluruh desa bisa teraliri listrik dan satu tahun kemudian elektrifikasinya mencapai 100 persen,” kata General Manager PLN Wilayah Sumatera Barat, Susiana Mutia.

Saat ini, elektrifikasi di Mentawai baru berkisar 46 persen. Hal itu disebabkan pembangunan jaringan listrik yang masih terbatas. Untuk kebutuhan daya, bagi masyarakat Mentawai, kondisinya sudah surplus. Namun tidak bisa disalurkan karena keterbatasan infrastruktur jaringan.

Menurutnya, kebutuhan daya listrik bagi masyarakat setempat hanya berkisar enam MegaWatt (MW). Namun baru sekitar setengahnya yang bisa disalurkan ke masyarakat. Setelah diresmikannya tiga unit pembangkit listrik tenaga biomasa (PLTBM) berkapasitas total 700 Kw di daerah itu, suplay listrik yang tersedia sangat cukup.

Sementara itu Komisaris Utama PT PLN, Ilya Avianti mengatakan, pihaknya paling lambat di 2021 mendatang, menargetkan seluruh masyarakat di Kabupaten Kepulauan Mentawai, sudah menikmati jaringan listrik hingga ke pelosok pedusunan. “Asal infrastruktur jalannya terpenuhi, kami pastikan elektrifikasi 100 persen di seluruh Mentawai sampai pelosok pedusunan terpenuhi,” tandasnya.

Bupati Mentawai, Yudas Sabagalet, menyambut dengan berbangga hati perhatian PLN untuk memenuhi kebutuhan listrik bagi masyarakat Mentawai. “Ini sebuah terobosan besar yang sangat membantu mentawai untuk bangkit,” kata Yudas.

Lihat juga...

Isi komentar yuk