60 Peserta Pelatihan Kepemimpinan Dinyatakan Lulus

Editor: Koko Triarko

310
Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra.-Foto: Sultan Anshori
DENPASAR – Sekda Provinsi Bali, Dewa Made Indra, mengatakan, diklat kepemimpinan sejatinya bukan semata-mata syarat untuk mendapat jabatan. Lebih dari itu, bagaimana kebijakan strategi yang dirancang menghasilkan output yang bermanfaat dan mampu menumbuhkembangkan nilai keharmonisan dan rasa kebersamaan. Selain itu, kebijakan dan strategi yang dirancang diharapkan dapat menghasilkan pemerataan bagi masyarakat.
“Pelaksanaan Diklat Kepemimpinan Tingkat II Tematik Kepariwisataan ini sudah semakin dirasakan manfaatnya, terutama dari daerah-daerah luar Bali. Karena itu, ke depan pengelolaan pelatihan ini terus dikembangkan, sehingga Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Bali memiliki branding kekhususan dalam penyelenggaraan pelatihan kepemimpinan di Indonesia,” ucap Sekda Made Indra, saat menutup Diklat Kepemimpinan Tingkat II Angkatan XII Tematik Kepariwisataan di BPSDM Provinsi Bali, Sabtu (29/9/2019).
Sekda berharap, agar inovasi yang dibuat oleh para peserta diklat harus mampu berkelanjutan atau dengan kata lain tidak berhenti, karena pelatihan telah berakhir. Menurut Koster, Milestone jangka menengah dan jangka panjang harus bisa diselesaikan pascapelatihan.
“Lakukan akselerasi dan sinergitas terhadap inovasi tematik kepariwisataan, agar mampu memberikan kontribusi pada daerah dalam mengentaskan kemiskinan, menciptakan lapangan kerja, pelestarian budaya dan lingkungan, serta pemerataan pembangunan. Mudah-mudahan inovasi saudara mudah diterapkan, relevan dan benar-benar dibutuhkan. Dengan demikian, Anda akan mendapat dukungan dari masyarakat dan khususnya pengambil kebijakan,” ujarnya.
Dikatakannya, bila bangsa ingin maju, berdaya saing dan sejahtera, maka kita semua harus bermental perubahan, dan hal itu dapat dimulai dari membangun mindset perubahan dari diri masing-masing, selaku abdi negara dan abdi masyarakat dengan membangun dedikasi, disiplin, hirarki dan loyalitas yang terbangun dari kesadaran masing-masing tanpa harus disuruh atau dipaksakan.
“Sekali lagi saya tegaskan, saudara telah berani dan mampu berinovasi, didukung rekomendasi dari mentor dan sudah diuji melalui laboratorium kepemimpinan selama dua bulan di satuan kerja masing-masing, sehingga tidak perlu lagi ragu-ragu untuk melanjutkan inovasi itu untuk menggali potensi yang ada, memfasilitasi dan memberikan pelayanan kepada masyarakat secara optimal, khususnya bidang kepariwisataan,” imbuhnya.
Lebih jauh, mantan Kepala BPBD Provinsi Bali ini, berharap agar Lembaga Administrasi Negara RI sebagai instansi pembina diklat, selain manajerial juga terus mengembangkan berbagai jenis diklat teknis dan fungsional untuk memenuhi hak setiap ASN mengembangkan kompetensinya.
“Harapan saya, melalui pelatihan Kepemimpinan Tingkat II Tematik Kepariwisataan ini, akan terbentuk manajerial kepemimpinan yang mampu berinovasi, tidak saja diarahkan untuk mempercepat proses pembangunan melalui peningkatan kualitas manajerial fasilitasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik, tetapi diperlukan lebih mengkhusus lagi, yaitu inovasi yang mampu sebagai faktor pengungkit potensi dan kekayaan sumber daya alam dan budaya Nusantara, serta industri kreatif yang dimiliki oleh bangsa Indonesia sebagai daerah tujuan wisata dunia,” bebernya.
Sementara itu, Kepala Lembaga Administrasi Negara RI, Adi Suryanto, mengapresiasi BPSDM Provinsi Bali yang telah melaksanakan diklat dengan baik, hal ini tercermin dari semua peserta yang lulus pada diklat kepemimpinan kali ini.
Untuk itu, Suryanto berharap, agar para peserta dapat mengaplikasikan inovasinya secara baik, agar bisa bermanfaat bagi masyarakat.
“Para peserta akan berperan dalam melaksanakan kebijakan strategis dalam tugas dan fungsi pemerintahan, berwawasan kompetensi sosial-kultural dan sekaligus memberikan kontribusi dalam pengembangan kepariwisataan di Tanah Air yang pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Adi Suryanto.
Sementara, Kepala BPSDM Provinsi Bali, Ida Bagus Sedawa, mengatakan jika kompetensi yang telah dibangun melalui proses pembelajaran pada Pelatihan Kepemimpinan Tingkat II ini, adalah kompetensi manajemen Kepemimpinan strategik, yaitu kemampuan menetapkan strategi kebijakan berbasis kepariwisataan dan memimpin. Keberhasilan implementasinya ditunjukkan dengan kemampuan.
“Secara keseluruhan, peserta Pelatihan Kepemimpinan Tingkat II Angkatan XII “Tematik Kepariwisataan” yang diikuti oleh 60 peserta telah mengikuti semua proses pembelajaran, dan seluruhnya dinyatakan lulus. Untuk itu, kami berharap agar semua inovasi yang dihasilkan dapat dijalankan dengan baik,” pungkas Sedewa.
Diklat Kepemimpinan Tingkat II Angkatan XII Tematik Kepariwisataan di BPSDM Provinsi Bali, berlangsung sejak 30 Juli 2018. Kegiatan tersebut diikuti oleh 60 peserta.
Baca Juga
Lihat juga...